Kamis, 23 April 2015

Insiden belatung

Pulang dari tempat mengajar Dhee langsung pulang ke rumah, sudah seminggu Dhee ikut antar jemput sehingga badannya tidak terlalu merasa kecapean. Akhir-akhir ini memang Dhee gampang sekali merasa lelah sehingga dengan diskusi yang panjang Samu menyarankan untuk ikut antar jemput walaupun untuk itu Dhee harus bangun lebih pagi karena antar jemput datang pukul 05.30 WIB.

Dhee sampai di rumah langsung menaruh tas dan membuka kamar tidur nya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat banyak sekali belatung yang ada di kamarnya, Dhee menutup kembali pintunya dengan rasa jijik, kemudian duduk di sofa untuk mengatasi keterkejutannya dan rasa mual yang tiba-tiba merasukinya. 

Lima menit kemudian Dhee bangkit dari sofa dan melihat kembali ke kamar nya berharap apa yang di lihat adalah halusinasi nya saja, dia buka pelan-pelan pintu kamar dan dia semakin lemas karena para belatung itu masih ada di sana berjalan kesana kemari. 

Dhee mengumpulkan segenap keberaniannya dia ambil pengki dan sapu, lalu mulai menyapu belatung-belatung itu, Dhee mau tidak mau melihat lebih dekat belatung-belatung itu. 
"Hmhmhm.. belatung yang gemuk" gumam Dhee.
Dhee masih tidak habis fikir darimana belatung-belatung itu datang, Dhee tidak pernah menyimpan makanan yang bisa busuk di kamarnya. Dhee seminggu ini memang mengeluhakan ada bau yang tidak  sedap di kamarnya, mungkin bangkai tikus dilangit-langit. begitu kata Dhee ke Samu, tapi samu tidak menanggapinya mungkin karena kesibukan Samu.

Setelah Dhee merasa beres dengan semua, Dhee iseng mencoba melihat di bawah kasur dan betapa sangat terkejutnya Dhee melihat banyak sekali belatung yang bersarang di bawah tempat tidurnya, Dhee lemas. Dia meraih hp nya untuk menghubungi Samu. Satu kali, Dua kali, sampai Lima kali Dhee menghubungi Samu tetapi tidak di angkat. WA, BBM, SMS semua Dhee lakukan untuk menghubungi Samu berharap Samu cepat pulang dan menyelesaikan masalah ini, tapi nihil... semua pesan itu tidak ada yang di jawab Samu. Dhee kembali terduduk di sofa, "mungkin lagi meeting" gumamnya sambil menarik nafas panjang.

Sepuluh menit dari keputusasaan Dhee, terdengar motor Samu yang memasuki pekarangan rumah, Dhee langsung loncat dari sofa dan menemui Samu dan menceritakan semua kejadian tentang belatung. Tanpa berganti pakaian ataupun minum dulu, Samu langsung menuju kamar, membersihkan belatung-belatung yang ada di bawah kasur.

"Ay... itu sepertinya dari bangkai di langit-langit deh" kata Dhee. 
"Atau dari lemari yang melapuk mungkin Yank.." kata Samu sambil masih tetap bekerja. Begidik Dhee mendengar pernyataan Samu, dia ga bisa membayangkan bajunya di lemari penuh belatung. Secepat kilat tanpa menunggu aba-aba dari Samu lagi Dhee memindahkan baju yang ada di lemari bawah ke kamar depan. Setelah semua terpindahkan giliran Samu memeriksa lemari. Alhamdulillah ternyata sumber nya bukan dari lemari. Sedikit lega perasaan Dhee dan Samu.
Malam pun semakin larut Samu meminta Dhee untuk mandi setelah memastikan tidak ada lagi belatung di kamar dan sudah di pel semua, setelah selesai beberes Samu dan Dhee bersantai di depan TV. 

Jam 10.00 WIB Dhee bersiap untuk tidur dan betapa terkejutnya dia melihat belatung merayap di lantai kamarnya, ada sekitar 7 belatung yang dia lihat. "Ay... belatung ada lagi" teriak Dhee. Samu masuk kamar dan Dhee keluar dari kamar. "Ay.. kek nya dari atas" teriak Dhee dari depan TV. Samu masih di kamar dengan diam mengamati dari mana datang nya belatung. "Tuk" sebuah suara datang ke lantai, Samu mengrenyutkan dahi. "Iya Yank... dari langit-langit" ucap Samu. "Trus giman Ay?.. kita tidur di ruang tamu aja ya.." kata Dhee. Samu diam beberapa saat, "Ya udah kita tidur di ruang tamu" kata Samu memutuskan, karena kita hanya punya satu kasur kecil maka Samu tidur di sofa. Dhee tidak bisa tidur, dia bolak-balik, tak beberapa lama dia memejamkan matanya dan tidur sebentar. Entah karena apa dia terbangun, dan dia melihat satu belatung gemuk tepat di samping kepalanya. Dhee langsung loncat ke sofa dimana Samu tertidur. Samu kaget dan dia membersihkan kembali belatung-belatung yang sudah mulai memasuki ruang tamu. 

"Yank... kita tidur di kamar aja" kata Samu. Dhee hanya diam dan masuk kamar. Samu dan Dhee mulai berbaring tapi mata tidak mau terpejam,, rasa was-was menghantui perasaan mereka.. malam pun semakin larut, jam dinding menunjukkan pukul 1 dini hari. Tiba-tiba Samu  loncat dan mengibas-ngibaskan kaki nya... Dhee terkenjut dan mengikuti apa yang dilakukan Samu... Dhee terduduk setelah nya karena tidak ada apa-apa.. belatung itu telah menimbulkan teror pada Dhee dan Samu. Tak terasa Dhee mulai meneteskan air mata,... Samu diam. "Mau tidur di sofa?" tanya Samu. "Ayank tidur dimana?" tanya Dhee. "Di sini" katanya. "Aku juga di sini" jawab Dhee parau. "Udah bobo gi..."kata Samu. Dhee merebahkan badannya di kasur sedangkan Samu tidak melakukannya, dia berjaga, duduk sambil memastikan tidak ada belatung yang mendekat. Samu mencoba membuat Dhee aman dengan menepuk-nepuk pantat nya supaya Dhee tertidur. Tak berapa lamapun Dhee tertidur. Entah Jam berapa Samu tidur, yang pasti saat Dhee membuka matanya, Samu sudah memeluknya untuk memberikannya kenyamanan.

Paginya Dhee harus tetap bangun pagi, tetapi dia tidur di mobil untuk mengurangi rasa kantuk nya. 

Keesokan harinya di sekolah....
Saat breaktime Dhee menghubungi Samu dia mengetik sms.
"Yank... udah hubungin tukang blum?" begitu bunyi bbm Dhee
"Blum sempet, kerjaan masih rame" balas Samu
Dhee menarik napas panjang.

Sesampainya di rumah ternyata Samu sudah sampai di rumah terlebih dahulu. 
"Ay... sudah di bersihkan blum kamarnya?" tanya Dhee
"Blum" jawabnya singkat
Dhee langsung masuk kamar dan memeriksa, ternyata masih ada beberapa belatung di keset. 
"Ay..."panggil Dhee dengan berteriak
Samu menghampiri Dhee kemudian membawa sapu dan pengki untuk membersihkan belatung yang masih ada di keset.
"Ay... lihat bawah kasur, geser..."pinta Dhee
"Apaan sih Yank.. kemarin udah di bersihin.. jangan protes aja deh.." jawab Samu agak berteriak.
"Masa geser kasur aku juga yang kerjain" jawab Dhee kesal, Dhee berlalu ke ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dhee diam dan tak berasa air matanya pun mengalir, ga tahu kenapa akhir-akhir ini Dhee sangat sensitif.
Samu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat, Dhee memutuskan mengumpulkan keberaniannya lagi untuk menghadapi para belatung, dia pergi ke kamar dan menggeser kasur untuk memastikan bahwa tidak ada lagi belatung di dalam kamarnya.

Setelah selesai sholat Samu mengambil tangga dan dia naik ke langit-langit untuk memastikan apakah ada sesuatu di atas kamar tidurnya. Dhee masih diam dan kesal terhadap Samu. Dhee masuk ke dapur untuk membuat jus jambu yang baru dia petik dari depan rumahnya. 

"Yank..." teriak Samu dari langit-langit.
"Iya..." Dhee langsung menghampiri Samu dari bawah tangga.
"Ambilkan ember dan sekop" ujar Samu, Dhee langsung ke belakang untuk mengambil ember dan sekop.
"Yank.. belatung nya masih ada ga?" tanya Dhee
"Udah enggak" jawab Samu singkat
Dhee kembali ke dapur untuk membuat jus jambu.

Beberapa saat kemudian Samu memanggilnya kembali, "Yank..."
"Iya.." sambut Dhee sambil menghampiri Samu. Samu memberikan ember dan sekop. Betapa terkejutnya Dhee melihat seekor tikus yang sudah kering. Bulu kuduk Dhee begidik. "Syukurlah... sudah ketemu sumber belatung itu" ucap Dhee lirih.
Dhee membawa ember yang berisi sekop ke tempat sampah untuk dibuang.

Malam itu Dhee dan Samu tidur dengan nyaman. Dhee melihat Samu yang sedang berbaring. Diciumnya Samu pelan, "Thanks ya Cinta, I love u so much".


NB : walaupun dalam diam suami ku selalu akan lakukan yang terbaik, aku hanya perlu ikhlas dan mempercayakan semuanya padanya. Makin hari makin cinta deh.... Peluk sayang my hubby.... ^_^


Rabu, 01 Oktober 2014

Abimanyu

Ya..abimanyu namanya.. anak pertama ayah... Aku selalu bilang "Adek yang akan buat ayah ma bunda nant ke surga nya Allah... Adek calon hafidz.." aku ucapkan berkali-kali pada bakal janin yg baru mau berkembang. 
"Anak pertama bunda selalu pintar selalu bangunkan bunda untuk sholat tahajud" begitu gumamku setiap jam3 pagi aku terbangun semenjak aku positif hamil.
Ku habiskan waktuku berlama-lama dengan Sang pencipta, mengucap syukur yang tak henti-henti. Akhirnya setelah 2tahun kami menunda dan 3tahun penantian kami. Allah berkenan mengabulkan doa-doa kami. 
Namun Dia lah Allah yang maha memiliki segalanya.. apapun yang kita miliki sekarang hanya titipannya.. Allah mengambilnya kembali  saat umur nya baru 6minggu di rahimku.
Setiap hari aku dengarkan ayat Al-Quran dan aku akan mulai mengajaknya menghafal saat jantung nya mulai berdetak..
Abimanyu anak pertama bunda.. bunda akan senantiasa mengingatmu..
Abimanyu anak pertama ayah dan bunda ....engkau yang akan bawa ayah dan bunda ke surga nanti.. karna kau telah ajarin ayah dan bunda ikhlas, kuat, dan semua yang ada di bumi hanya titipan Allah. 
Sayank....Abimanyu...titip salam buat Allah ya nak.. sampaikan maaf bunda dan ayah ke Allah. 
Bunda dan Ayah akan selalu menyanyangimu Abi....
Akung,uti,mbah,Pakpoh,Pakde,Budhe..semua syank Abi....
Abi bantu bunda untuk ikhlas ya nak.. bantu bunda untuk dekat ma Allah.. bantu bunda seperti kau masih di rahim bunda...
We love u.. Abi syank....

Nb : hari ke-4 setelah kuret.. mewek lagi gara2 Mbok tanya nama Adek ke Misua....

Minggu, 28 September 2014

umurnya 6minggu

Aku seperti mimpi 2minggu ini, hatiku terbolak-balik antar bahagia, sedih, tawa, dan tangis. Dua minggu lalu aku telat haid satu minggu dan positif. Ku ucap syukur dan bertasbih tak henti-henti pada sang pencipta. Ku kabarkan berita baik itu pada suamiku, rona bahagia terpancar dari wajahnya. Tidak bnyak kata terucap hanya pelukan dan dekapan erat sambil bibir berucap syukur sudah lebih dari apapun untuk kita berdua.

Jumat malam aku ke dokter Sapto untuk memastikan apakah aku hamil, dan dokter belum bisa pastikan karrna hanya masih terlihat pelebaran rahim blum terdapat kantong apalagi janin
 Aku harus bersabar, dokter memberikan resep dan menganjurkanku kembali 2minggu lagi. Aku pulang dan menjaga kehamilanku dengan baik.
Sabtu sore keluar darah flek, aku panik dan suami menenangkanku.."mungkin itu masa implantasi bund.."katanya lembut. Aku pun mengamininya. Minggu pagi kembali flek kecoklatan dan aku masih positif thinking. Semalaman aku ga bisa tdur karena sakit yang teramat sangat pada kaki kanan dan perut.
Senin pagi aku brangkat kerja sepert biasa walau dengan perut keram dan kurang tidur. Sampai di sekolah aku hrus ijin kembali karena pendarahan dan langsung ke dokter sapto. Dokter sapto bilang masih ada kantong nya maka aku harus di rawat.. di rawat di rs selama 4hari membuat merasa baikan. Darah pum mulai berhenti keluar. Aku pulang hari kamis dan haris masuk rumah sakit lagi pada hari sabtu pagi.. dan dokter kembali usg dan dokter menyarankan untuk kuret.. aku menangis tak henti, "adek... maafin bunda ya nak...blum bisa menjaga adek dengan baik,bunda hrus melepaskan adek.." aku masih berusaha untuk mempertahankannya tapi suami, ibu, bapak menyarankan untuk ikutin saran dokter. "Ikhlas nak.. insyaallah Allah akan gantinya dg yg lebih baik" kata Ibu menguatkan. Bapak tidak berkata banyak hanya memegangi kaki ku. Aku sangat bahagia dengan kehadiran orang-orang yang terkasih.
Terimaksih suamiku atas ketabahan dan kekuatannya. Ibu dan bapak yang tak pernah lelah mendampingiku.
Ya Allah lindungi keluarga kecilku dan limpahkan kebahagiaan bagi kita semua.Aamiin...

Senin, 05 Mei 2014

Tak semua bisa di abadikan

Aku melihatnya dari balik jendela kaca. Aku selalu melakukan ini si sepanjang perjalanan malam ku...lampu kelap-kelip di kaki bukit. Bus yang membawaku dari Jakarta ke Trenggalek terus melaju sampai pada jalan layang. Dan aku melihat banyak lampu-lampu jalan dan lampu-lampu kendaraan terjajar rapi,indahnya cahaya di kegelapan malam... ku keluarkan ponsel,ku coba tuk abadikan pemandangan yang elok tersebut.. namun yang kudapatkan hanya hamparan hitam dan titik-titik putih yang biasa.

Malam tahun baru...aku dan samu pergi ke living world untuk menikmati pergantian tahun. Mata ku dimanjakan dengan kelap-kelip fireworks yang bertebaran di langit. Ku mencoba untuk mengabadikan percikan-percikan api yang membumbung di langit malam yang kelam. Tapi lagi-lagi aku harus kecewa karena yang terlihat dikamera hanya langit malam yang hitam dengan titik-titik putih. Aku putuskan untuk mengantongi ponsel ku dan menikmatinya. Aku akan merekamnya di otakku lewat lensa mata...

Tak semua bisa di abadikan lewat kamera atau ponsel biasa, dan akhirnya aku pun menyadari semua hal itu akan lebih indah dinikmati saat itu, ditempat yang tepat bersama orang yang tepat. Sejak itu aku tak pernah mencoba mengabadikan apapun yang aku lihat dalam video ataupun foto.. toh foto ataupun video hasil dari hp ga akan pernah aku lihat lagi..pasti samapi rumah akan klik kanan dan delete karna memenuhi memori dan membuat hp lemote. Aku akan melihatnya sekali itu dan akan tersimpan dalam otakku yang tak pernah bisa terhapus dengan mudah.

Rasa juga tak pernah tertangkap kamera, dia hanya partikel-partikel lembut yang akan membentuk getaran gelombang yang dahsyat jika terkumpul dalam satu titik. Aku mempercayai Rasa, Rasa bahagia yang membuatku tersenyum, Rasa kecewa yang membuatku marah, Rasa yang tidak nyaman yang membuatku tertantang mempertahankan hidup, Rasa sedih yang membuatku meneteskan air mata. Rasa tak pernah terlihat namun dia ada... Tapi tak semua rasa terus akan bertahan dalam memori otakku yang kecil,....

Rabu, 16 April 2014

Sebuah nama

Beberapa nama aku persiapkan untuknya.. untuknya yang selalu ku rindu...

"Sam... El Mayka, bukankah nama yang indah?" tanyaku pada Samu di suatu sore yang indah.
"Ku rasa begitu" sambut Sam.. Sam memang tak terlalu menanggapi ocehan-ocehan ku.. karena entah untuk yang ke berapa kali aku menanyakan hal yang sama berulang kali dengan nama yang berbeda.. Dhisa, Aisya, El Samsy, Kirana... hmhmhm.. nama yang semuanya Indah.. nama yang aku persiapkan untuknya..

Kali ini hatiku kembali bergetar saat membaca buku dengan tokoh Kirana.. aku tersenyum sendiri, membayangkannya hadir dalam hari-hari ku.. merajuk, menangis, memeluk, berlari kecil, dan jatuh..

"Aku ikhlas dengan ketetapan Tuhanku padaku" jawabku sambil tersenyum saat temaku menanyakan kehadirannya dalam keluarga kecil kami beberapa waktu yang lalu. Kelihatannya dia jadi ga enak hati dengan pernyataanku... mungkin karena aku membawa nama Tuhan.. "Maafkan aku Tuhan.." kataku berbisik dalam hati kecil ku

Hari ini 4 maret 2014 tepat satu bulan setelah terakhir aku menstruasi, optimisme itu selalu ada dalam diriku apalagi hasil tes laboratorium Samu mengalami kemajuan yang bagus. Dalam tiap langkahku aku selalu memantapkan hati.. jika ada keraguan aku selalu bilang pada hatiku "Tuhan ga perlu 20juta, satu pun cukup untuk membuahi sel telur dan ingat suamimu punya 6juta di tiap mili nya, jadi sangat bagi Tuhan, jika dia mau mempercayakannya padamu" itulah yang menjadi penguatku.

Tiga hari setelah tanggal 4 maret aku tidak merasakan apapun yang dirasakan saat mau menstruasi, "harapan itu ada" batinku lirih. aku terserang batuk yang berkepanjangan karena aku tidak mau minum obat, aku takut obat yang aku minum akan membuat sesuatu yang tidak baik, begitu fikirku.

lima hari setelah tanggal 4 maret akhirnya menstruasi itu datang....
Bulan-bulan sebelumnya pasti aku akan langsung menangis di kamar mandi saat mendapati diriku menstruasi di hari pertama. Tapi itu dulu... saat tahun pertama penantianku.. Tahun berikutnya aku marah, muak dengan kata sabar dan ikhlas.. Tahun selanjutnya aku capek dengan tangisan dan amarah.. aku diam.. aku tak lakukan apapun..... dan ini adalah Tahun terbaikku, bukan karena aku mendapatkannya, tapi karena aku sedang belajar ikhlas dan sabar.. karena sedang belajar menjadi seseorang yang tangguh, seesorang yang tidak emnangis karena urusan-urusan sepela.. seseorang yang tidak marah karena hal-hal yang tidak diketahui penyebabnya..

aku sangat bersyukur ada Samu yang selalu membantuku bangkit dari keterpurukan, ada Bapak dan Ibu ku yang selalu ingatkan ku atas kebesaran Tuhan, dan semua orang yang menyayangiku yang mengatakan betapa aku sangat beruntung..

Kirana.. El mayka, Dhisa.. siapapun nama yang akan tersemat dalam dirimu.. saat engkau belum adapun aku sudah mendoakanmu di sana..


Senin, 20 Januari 2014

catatan kecil


Pagi ini mendung menggelayut manja di langit...
Ku coba mengingat dan ku cba mengerti...
Aku dan kamu..
Cinta dan rasa...
Mungkinkah kepenatan tlah merubah semuanya?
Pi tidak dengan ku.. sekuat hati aku akan berusaha membuatmu bhagia.. walaupun kadang hasilnya ga sll spert yang terbayang..
aku mencintaimu
Sungguh sangat mencintaimu...
Kau adalah malaikat penjagaku di dunia ini yang dikirimkan Allah hanya untukku...
Kau adalah imam ku,yg akan membawaku ke surganya Allah..
Hari ini... semoga Allah menjaga kita,menjaga hati kita,menjaga cinta kta..Amin...
 i love u😀

Senin, 23 Desember 2013

Hari pertama liburan

Senin pertama diliburanku kali ini. Aku bangun pagi tapi malas menggodaku untuk tidur lagi. "Tidur lagi dhee... hari ini kan liburan, nanti kalo udah masuk kerja kamu ga bisa bangun siang lagi" rayu sang malas. Dan aku setuju dengannya hingga aku meneruskan tidurku sampai pukul 07.00 saat Samu dah siap untuk ke kantor.
"Pagi sayang..." godanya dengan senyum menawannya. Aku cuma nyengir karena malu.
"Si upik waktunya service yank..." lanjutnya sambil berpamitan.
"Iya ntar ku ke bengkel yank.." kataku mengecup pipinya. "Hati-hati ya yank.. jaga hatiku" kataku melepas kepergiannya ke kantor.
"Siap" jawabnya sambil mengecup keningku.

Setelah Samu pergi kw kantor aku tidak bisa langsung ke bengkel aku masig harus nyeterika baju.
setelah itu baru ke bengkel untuk service si upik. Lalu cari las untuk betulin pagar rumah.
Sampai di rumah, aku bikin kue kering. Ceritanya sih bikin lidah kucing, tapi........karena ga punya cetakan jadinya bulat-bulat kayak telur. Pi ya sudahlah yang penting rasanya enak...
Sekarang tinggal nunggu tukang las, janjinya sih jam 1 atau jam 2 an. Tapi sekarang sudah jam 4. Tukangnya belum datang... huhuhu...

Nb : my hubby... thanks ya hari ini indah karena senyummu di pagi ini... i am very-very love u