Dhee sampai di rumah langsung menaruh tas dan membuka kamar tidur nya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat banyak sekali belatung yang ada di kamarnya, Dhee menutup kembali pintunya dengan rasa jijik, kemudian duduk di sofa untuk mengatasi keterkejutannya dan rasa mual yang tiba-tiba merasukinya.
Lima menit kemudian Dhee bangkit dari sofa dan melihat kembali ke kamar nya berharap apa yang di lihat adalah halusinasi nya saja, dia buka pelan-pelan pintu kamar dan dia semakin lemas karena para belatung itu masih ada di sana berjalan kesana kemari.
Dhee mengumpulkan segenap keberaniannya dia ambil pengki dan sapu, lalu mulai menyapu belatung-belatung itu, Dhee mau tidak mau melihat lebih dekat belatung-belatung itu.
"Hmhmhm.. belatung yang gemuk" gumam Dhee.
Dhee masih tidak habis fikir darimana belatung-belatung itu datang, Dhee tidak pernah menyimpan makanan yang bisa busuk di kamarnya. Dhee seminggu ini memang mengeluhakan ada bau yang tidak sedap di kamarnya, mungkin bangkai tikus dilangit-langit. begitu kata Dhee ke Samu, tapi samu tidak menanggapinya mungkin karena kesibukan Samu.
Setelah Dhee merasa beres dengan semua, Dhee iseng mencoba melihat di bawah kasur dan betapa sangat terkejutnya Dhee melihat banyak sekali belatung yang bersarang di bawah tempat tidurnya, Dhee lemas. Dia meraih hp nya untuk menghubungi Samu. Satu kali, Dua kali, sampai Lima kali Dhee menghubungi Samu tetapi tidak di angkat. WA, BBM, SMS semua Dhee lakukan untuk menghubungi Samu berharap Samu cepat pulang dan menyelesaikan masalah ini, tapi nihil... semua pesan itu tidak ada yang di jawab Samu. Dhee kembali terduduk di sofa, "mungkin lagi meeting" gumamnya sambil menarik nafas panjang.
Sepuluh menit dari keputusasaan Dhee, terdengar motor Samu yang memasuki pekarangan rumah, Dhee langsung loncat dari sofa dan menemui Samu dan menceritakan semua kejadian tentang belatung. Tanpa berganti pakaian ataupun minum dulu, Samu langsung menuju kamar, membersihkan belatung-belatung yang ada di bawah kasur.
"Ay... itu sepertinya dari bangkai di langit-langit deh" kata Dhee.
"Atau dari lemari yang melapuk mungkin Yank.." kata Samu sambil masih tetap bekerja. Begidik Dhee mendengar pernyataan Samu, dia ga bisa membayangkan bajunya di lemari penuh belatung. Secepat kilat tanpa menunggu aba-aba dari Samu lagi Dhee memindahkan baju yang ada di lemari bawah ke kamar depan. Setelah semua terpindahkan giliran Samu memeriksa lemari. Alhamdulillah ternyata sumber nya bukan dari lemari. Sedikit lega perasaan Dhee dan Samu.
Malam pun semakin larut Samu meminta Dhee untuk mandi setelah memastikan tidak ada lagi belatung di kamar dan sudah di pel semua, setelah selesai beberes Samu dan Dhee bersantai di depan TV.
Jam 10.00 WIB Dhee bersiap untuk tidur dan betapa terkejutnya dia melihat belatung merayap di lantai kamarnya, ada sekitar 7 belatung yang dia lihat. "Ay... belatung ada lagi" teriak Dhee. Samu masuk kamar dan Dhee keluar dari kamar. "Ay.. kek nya dari atas" teriak Dhee dari depan TV. Samu masih di kamar dengan diam mengamati dari mana datang nya belatung. "Tuk" sebuah suara datang ke lantai, Samu mengrenyutkan dahi. "Iya Yank... dari langit-langit" ucap Samu. "Trus giman Ay?.. kita tidur di ruang tamu aja ya.." kata Dhee. Samu diam beberapa saat, "Ya udah kita tidur di ruang tamu" kata Samu memutuskan, karena kita hanya punya satu kasur kecil maka Samu tidur di sofa. Dhee tidak bisa tidur, dia bolak-balik, tak beberapa lama dia memejamkan matanya dan tidur sebentar. Entah karena apa dia terbangun, dan dia melihat satu belatung gemuk tepat di samping kepalanya. Dhee langsung loncat ke sofa dimana Samu tertidur. Samu kaget dan dia membersihkan kembali belatung-belatung yang sudah mulai memasuki ruang tamu.
"Yank... kita tidur di kamar aja" kata Samu. Dhee hanya diam dan masuk kamar. Samu dan Dhee mulai berbaring tapi mata tidak mau terpejam,, rasa was-was menghantui perasaan mereka.. malam pun semakin larut, jam dinding menunjukkan pukul 1 dini hari. Tiba-tiba Samu loncat dan mengibas-ngibaskan kaki nya... Dhee terkenjut dan mengikuti apa yang dilakukan Samu... Dhee terduduk setelah nya karena tidak ada apa-apa.. belatung itu telah menimbulkan teror pada Dhee dan Samu. Tak terasa Dhee mulai meneteskan air mata,... Samu diam. "Mau tidur di sofa?" tanya Samu. "Ayank tidur dimana?" tanya Dhee. "Di sini" katanya. "Aku juga di sini" jawab Dhee parau. "Udah bobo gi..."kata Samu. Dhee merebahkan badannya di kasur sedangkan Samu tidak melakukannya, dia berjaga, duduk sambil memastikan tidak ada belatung yang mendekat. Samu mencoba membuat Dhee aman dengan menepuk-nepuk pantat nya supaya Dhee tertidur. Tak berapa lamapun Dhee tertidur. Entah Jam berapa Samu tidur, yang pasti saat Dhee membuka matanya, Samu sudah memeluknya untuk memberikannya kenyamanan.
Paginya Dhee harus tetap bangun pagi, tetapi dia tidur di mobil untuk mengurangi rasa kantuk nya.
Keesokan harinya di sekolah....
Saat breaktime Dhee menghubungi Samu dia mengetik sms.
"Yank... udah hubungin tukang blum?" begitu bunyi bbm Dhee
"Blum sempet, kerjaan masih rame" balas Samu
Dhee menarik napas panjang.
Sesampainya di rumah ternyata Samu sudah sampai di rumah terlebih dahulu.
"Ay... sudah di bersihkan blum kamarnya?" tanya Dhee
"Blum" jawabnya singkat
Dhee langsung masuk kamar dan memeriksa, ternyata masih ada beberapa belatung di keset.
"Ay..."panggil Dhee dengan berteriak
Samu menghampiri Dhee kemudian membawa sapu dan pengki untuk membersihkan belatung yang masih ada di keset.
"Ay... lihat bawah kasur, geser..."pinta Dhee
"Apaan sih Yank.. kemarin udah di bersihin.. jangan protes aja deh.." jawab Samu agak berteriak.
"Masa geser kasur aku juga yang kerjain" jawab Dhee kesal, Dhee berlalu ke ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dhee diam dan tak berasa air matanya pun mengalir, ga tahu kenapa akhir-akhir ini Dhee sangat sensitif.
Samu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat, Dhee memutuskan mengumpulkan keberaniannya lagi untuk menghadapi para belatung, dia pergi ke kamar dan menggeser kasur untuk memastikan bahwa tidak ada lagi belatung di dalam kamarnya.
Setelah selesai sholat Samu mengambil tangga dan dia naik ke langit-langit untuk memastikan apakah ada sesuatu di atas kamar tidurnya. Dhee masih diam dan kesal terhadap Samu. Dhee masuk ke dapur untuk membuat jus jambu yang baru dia petik dari depan rumahnya.
"Yank..." teriak Samu dari langit-langit.
"Iya..." Dhee langsung menghampiri Samu dari bawah tangga.
"Ambilkan ember dan sekop" ujar Samu, Dhee langsung ke belakang untuk mengambil ember dan sekop.
"Yank.. belatung nya masih ada ga?" tanya Dhee
"Udah enggak" jawab Samu singkat
Dhee kembali ke dapur untuk membuat jus jambu.
Beberapa saat kemudian Samu memanggilnya kembali, "Yank..."
"Iya.." sambut Dhee sambil menghampiri Samu. Samu memberikan ember dan sekop. Betapa terkejutnya Dhee melihat seekor tikus yang sudah kering. Bulu kuduk Dhee begidik. "Syukurlah... sudah ketemu sumber belatung itu" ucap Dhee lirih.
Dhee membawa ember yang berisi sekop ke tempat sampah untuk dibuang.
Malam itu Dhee dan Samu tidur dengan nyaman. Dhee melihat Samu yang sedang berbaring. Diciumnya Samu pelan, "Thanks ya Cinta, I love u so much".
NB : walaupun dalam diam suami ku selalu akan lakukan yang terbaik, aku hanya perlu ikhlas dan mempercayakan semuanya padanya. Makin hari makin cinta deh.... Peluk sayang my hubby.... ^_^