Rabu, 01 Oktober 2014

Abimanyu

Ya..abimanyu namanya.. anak pertama ayah... Aku selalu bilang "Adek yang akan buat ayah ma bunda nant ke surga nya Allah... Adek calon hafidz.." aku ucapkan berkali-kali pada bakal janin yg baru mau berkembang. 
"Anak pertama bunda selalu pintar selalu bangunkan bunda untuk sholat tahajud" begitu gumamku setiap jam3 pagi aku terbangun semenjak aku positif hamil.
Ku habiskan waktuku berlama-lama dengan Sang pencipta, mengucap syukur yang tak henti-henti. Akhirnya setelah 2tahun kami menunda dan 3tahun penantian kami. Allah berkenan mengabulkan doa-doa kami. 
Namun Dia lah Allah yang maha memiliki segalanya.. apapun yang kita miliki sekarang hanya titipannya.. Allah mengambilnya kembali  saat umur nya baru 6minggu di rahimku.
Setiap hari aku dengarkan ayat Al-Quran dan aku akan mulai mengajaknya menghafal saat jantung nya mulai berdetak..
Abimanyu anak pertama bunda.. bunda akan senantiasa mengingatmu..
Abimanyu anak pertama ayah dan bunda ....engkau yang akan bawa ayah dan bunda ke surga nanti.. karna kau telah ajarin ayah dan bunda ikhlas, kuat, dan semua yang ada di bumi hanya titipan Allah. 
Sayank....Abimanyu...titip salam buat Allah ya nak.. sampaikan maaf bunda dan ayah ke Allah. 
Bunda dan Ayah akan selalu menyanyangimu Abi....
Akung,uti,mbah,Pakpoh,Pakde,Budhe..semua syank Abi....
Abi bantu bunda untuk ikhlas ya nak.. bantu bunda untuk dekat ma Allah.. bantu bunda seperti kau masih di rahim bunda...
We love u.. Abi syank....

Nb : hari ke-4 setelah kuret.. mewek lagi gara2 Mbok tanya nama Adek ke Misua....

Minggu, 28 September 2014

umurnya 6minggu

Aku seperti mimpi 2minggu ini, hatiku terbolak-balik antar bahagia, sedih, tawa, dan tangis. Dua minggu lalu aku telat haid satu minggu dan positif. Ku ucap syukur dan bertasbih tak henti-henti pada sang pencipta. Ku kabarkan berita baik itu pada suamiku, rona bahagia terpancar dari wajahnya. Tidak bnyak kata terucap hanya pelukan dan dekapan erat sambil bibir berucap syukur sudah lebih dari apapun untuk kita berdua.

Jumat malam aku ke dokter Sapto untuk memastikan apakah aku hamil, dan dokter belum bisa pastikan karrna hanya masih terlihat pelebaran rahim blum terdapat kantong apalagi janin
 Aku harus bersabar, dokter memberikan resep dan menganjurkanku kembali 2minggu lagi. Aku pulang dan menjaga kehamilanku dengan baik.
Sabtu sore keluar darah flek, aku panik dan suami menenangkanku.."mungkin itu masa implantasi bund.."katanya lembut. Aku pun mengamininya. Minggu pagi kembali flek kecoklatan dan aku masih positif thinking. Semalaman aku ga bisa tdur karena sakit yang teramat sangat pada kaki kanan dan perut.
Senin pagi aku brangkat kerja sepert biasa walau dengan perut keram dan kurang tidur. Sampai di sekolah aku hrus ijin kembali karena pendarahan dan langsung ke dokter sapto. Dokter sapto bilang masih ada kantong nya maka aku harus di rawat.. di rawat di rs selama 4hari membuat merasa baikan. Darah pum mulai berhenti keluar. Aku pulang hari kamis dan haris masuk rumah sakit lagi pada hari sabtu pagi.. dan dokter kembali usg dan dokter menyarankan untuk kuret.. aku menangis tak henti, "adek... maafin bunda ya nak...blum bisa menjaga adek dengan baik,bunda hrus melepaskan adek.." aku masih berusaha untuk mempertahankannya tapi suami, ibu, bapak menyarankan untuk ikutin saran dokter. "Ikhlas nak.. insyaallah Allah akan gantinya dg yg lebih baik" kata Ibu menguatkan. Bapak tidak berkata banyak hanya memegangi kaki ku. Aku sangat bahagia dengan kehadiran orang-orang yang terkasih.
Terimaksih suamiku atas ketabahan dan kekuatannya. Ibu dan bapak yang tak pernah lelah mendampingiku.
Ya Allah lindungi keluarga kecilku dan limpahkan kebahagiaan bagi kita semua.Aamiin...

Senin, 05 Mei 2014

Tak semua bisa di abadikan

Aku melihatnya dari balik jendela kaca. Aku selalu melakukan ini si sepanjang perjalanan malam ku...lampu kelap-kelip di kaki bukit. Bus yang membawaku dari Jakarta ke Trenggalek terus melaju sampai pada jalan layang. Dan aku melihat banyak lampu-lampu jalan dan lampu-lampu kendaraan terjajar rapi,indahnya cahaya di kegelapan malam... ku keluarkan ponsel,ku coba tuk abadikan pemandangan yang elok tersebut.. namun yang kudapatkan hanya hamparan hitam dan titik-titik putih yang biasa.

Malam tahun baru...aku dan samu pergi ke living world untuk menikmati pergantian tahun. Mata ku dimanjakan dengan kelap-kelip fireworks yang bertebaran di langit. Ku mencoba untuk mengabadikan percikan-percikan api yang membumbung di langit malam yang kelam. Tapi lagi-lagi aku harus kecewa karena yang terlihat dikamera hanya langit malam yang hitam dengan titik-titik putih. Aku putuskan untuk mengantongi ponsel ku dan menikmatinya. Aku akan merekamnya di otakku lewat lensa mata...

Tak semua bisa di abadikan lewat kamera atau ponsel biasa, dan akhirnya aku pun menyadari semua hal itu akan lebih indah dinikmati saat itu, ditempat yang tepat bersama orang yang tepat. Sejak itu aku tak pernah mencoba mengabadikan apapun yang aku lihat dalam video ataupun foto.. toh foto ataupun video hasil dari hp ga akan pernah aku lihat lagi..pasti samapi rumah akan klik kanan dan delete karna memenuhi memori dan membuat hp lemote. Aku akan melihatnya sekali itu dan akan tersimpan dalam otakku yang tak pernah bisa terhapus dengan mudah.

Rasa juga tak pernah tertangkap kamera, dia hanya partikel-partikel lembut yang akan membentuk getaran gelombang yang dahsyat jika terkumpul dalam satu titik. Aku mempercayai Rasa, Rasa bahagia yang membuatku tersenyum, Rasa kecewa yang membuatku marah, Rasa yang tidak nyaman yang membuatku tertantang mempertahankan hidup, Rasa sedih yang membuatku meneteskan air mata. Rasa tak pernah terlihat namun dia ada... Tapi tak semua rasa terus akan bertahan dalam memori otakku yang kecil,....

Rabu, 16 April 2014

Sebuah nama

Beberapa nama aku persiapkan untuknya.. untuknya yang selalu ku rindu...

"Sam... El Mayka, bukankah nama yang indah?" tanyaku pada Samu di suatu sore yang indah.
"Ku rasa begitu" sambut Sam.. Sam memang tak terlalu menanggapi ocehan-ocehan ku.. karena entah untuk yang ke berapa kali aku menanyakan hal yang sama berulang kali dengan nama yang berbeda.. Dhisa, Aisya, El Samsy, Kirana... hmhmhm.. nama yang semuanya Indah.. nama yang aku persiapkan untuknya..

Kali ini hatiku kembali bergetar saat membaca buku dengan tokoh Kirana.. aku tersenyum sendiri, membayangkannya hadir dalam hari-hari ku.. merajuk, menangis, memeluk, berlari kecil, dan jatuh..

"Aku ikhlas dengan ketetapan Tuhanku padaku" jawabku sambil tersenyum saat temaku menanyakan kehadirannya dalam keluarga kecil kami beberapa waktu yang lalu. Kelihatannya dia jadi ga enak hati dengan pernyataanku... mungkin karena aku membawa nama Tuhan.. "Maafkan aku Tuhan.." kataku berbisik dalam hati kecil ku

Hari ini 4 maret 2014 tepat satu bulan setelah terakhir aku menstruasi, optimisme itu selalu ada dalam diriku apalagi hasil tes laboratorium Samu mengalami kemajuan yang bagus. Dalam tiap langkahku aku selalu memantapkan hati.. jika ada keraguan aku selalu bilang pada hatiku "Tuhan ga perlu 20juta, satu pun cukup untuk membuahi sel telur dan ingat suamimu punya 6juta di tiap mili nya, jadi sangat bagi Tuhan, jika dia mau mempercayakannya padamu" itulah yang menjadi penguatku.

Tiga hari setelah tanggal 4 maret aku tidak merasakan apapun yang dirasakan saat mau menstruasi, "harapan itu ada" batinku lirih. aku terserang batuk yang berkepanjangan karena aku tidak mau minum obat, aku takut obat yang aku minum akan membuat sesuatu yang tidak baik, begitu fikirku.

lima hari setelah tanggal 4 maret akhirnya menstruasi itu datang....
Bulan-bulan sebelumnya pasti aku akan langsung menangis di kamar mandi saat mendapati diriku menstruasi di hari pertama. Tapi itu dulu... saat tahun pertama penantianku.. Tahun berikutnya aku marah, muak dengan kata sabar dan ikhlas.. Tahun selanjutnya aku capek dengan tangisan dan amarah.. aku diam.. aku tak lakukan apapun..... dan ini adalah Tahun terbaikku, bukan karena aku mendapatkannya, tapi karena aku sedang belajar ikhlas dan sabar.. karena sedang belajar menjadi seseorang yang tangguh, seesorang yang tidak emnangis karena urusan-urusan sepela.. seseorang yang tidak marah karena hal-hal yang tidak diketahui penyebabnya..

aku sangat bersyukur ada Samu yang selalu membantuku bangkit dari keterpurukan, ada Bapak dan Ibu ku yang selalu ingatkan ku atas kebesaran Tuhan, dan semua orang yang menyayangiku yang mengatakan betapa aku sangat beruntung..

Kirana.. El mayka, Dhisa.. siapapun nama yang akan tersemat dalam dirimu.. saat engkau belum adapun aku sudah mendoakanmu di sana..


Senin, 20 Januari 2014

catatan kecil


Pagi ini mendung menggelayut manja di langit...
Ku coba mengingat dan ku cba mengerti...
Aku dan kamu..
Cinta dan rasa...
Mungkinkah kepenatan tlah merubah semuanya?
Pi tidak dengan ku.. sekuat hati aku akan berusaha membuatmu bhagia.. walaupun kadang hasilnya ga sll spert yang terbayang..
aku mencintaimu
Sungguh sangat mencintaimu...
Kau adalah malaikat penjagaku di dunia ini yang dikirimkan Allah hanya untukku...
Kau adalah imam ku,yg akan membawaku ke surganya Allah..
Hari ini... semoga Allah menjaga kita,menjaga hati kita,menjaga cinta kta..Amin...
 i love u😀