Jumat, 08 Februari 2013

Dhee 5C


Sejak dhee memutuskan untuk menjadi seorang teman bagi mereka, dhee tahu ada harga yang harus di bayar. Mungkin orang lain bilang mereka jadi tidak terlalu sopan atau ada yang bilang dhee yang tidak tegas dengan mereka. Tapi cobalah lihat mereka, mereka adalah anak-anak yang istimewa, anak-anak yang tak pantas untuk di bentak, anak-anak yang sangat menyenangkan. Hari ini misalnya dhee benar-benar di buat tercengang sekaligus bangga sama mereka.
“Dhee laoshi, ikut yuk...” rengek Wynee kepada dhee saat Lunch. Wynne adalah salah satu murid yang cerdas di kelas 5C.
“Apaan sih.. Laoshi mo cari anak-anak Laoshi” kata dhee berlalu ke lantai satu untuk memastikan Cello, Dhimas, Nelson, Derian, Davin, dan Richie bermain bola dengan benar. Wynne dan Alba ngikutin dhee dan masih merengek, “ Ayo donk laoshi...” akhirnya Dhee ikutin mereka dengan berbagai syarat.
“Laoshi tutup mata ya..” kata Wynne setelah sampai di lantai 2 di depan kelas mereka.
“Bikin apa?” tanya dhee penasaran, “awas kalo aneh-aneh, Laoshi bakal marah” ancamnya serius.
“Iya Laoshi....ini kejutan buat Laoshi, pasti Laoshi suka” kata Wynne meyakinkan wali kelasnya tersebut.
Dhee  mengikuti perintah Wynne kemudian masuk kelas dan surprise... “Happy anniversary laoshi” Stephany, Janice, Andrea, Martin, Rama sudah menunggu di dalam untuk mempersiapkan kejutan tersebut. Dhee hanya bisa tercengang, Dhee benar-benar terkesima dengan cara mereka mengorganisasi sebuah kejutan, bayangkan mereka adalah anak-anak berusia 11 tahun.
Mereka memang anak-anak yang hebat karena mereka tahu kalo ulang tahun Laoshi nya tidak mungkin mereka rayakan karena bertepatan dengan liburan mereka, mereka membuat momentum ini untuk mengungkapkan perhatian mereka. Dhee bener-bener pengen peluk mereka, tapi mereka sudah tidak mau di peluk, ah... mereka sudah beranjak dewasa, tapi lihatlah bagaimanapun mereka adalah anak yang manis, anak yang membanggakan bagi siapapun yang dekat sama mereka.
----
Dhee masih ingat saat perayaan hari Guru beberapa bulan yang lalu...
“Sederhana namun bermakna dan berharga...” kata Dhee lirih, mata dhee berkaca-kaca menerima sebuah bunga dan puisi indah dari Michelle anak didiknya.
“Makasih nak....”kata dhee menerima dengan sepebuh hati.
“Sama-sama Laoshi..” sambut Michelle malu-malu.
Michelle adalah salah satu anak didik Dhee yang sangat pendiam dan pemalu, sering kali dhee memperhatikanya dan berusaha menemukan bakatnya. Tampaknya dhee mulai melihat bakat anak itu, memang dia sedikit lemah pada pelajaran. Tapi bagi dhee setiap orang hanya pintar di bidangnya masing-masing. Jadi setiap anak pasti punya kelebihan dan dhee melihat bahwa Michelle suka menulis. ( Insya Allah kapan-kapan Dhee akan posting salah satu karanganya).
Dhee segera menguasai dirinya untuk 32 anak yang lain, yang harus dia perhatikan untuk hari ini. Pagi itu dhee nampak lebih muda dari biasanya dengan kaos biru yang dia kenakan tanpa seragam. Hari ini memang hari istimewa untuk Dhee dan rekan-rekan sekerjanya.
Kemudian Wynne dan Andrea memberikan ucapah dari sebuah steroform dan ada foto dhee yang mereka download dari web Sekolah. Ah.... Dhee benar-benar di buat terharu oleh mereka.
Nampak anak-anak murid menyapa Dhee dengan penuh semangat. Dhee sangat menyayangi anak didiknya lebih dari apapun... “mereka adalah malaikat-malaikat kecilku” gumam Dhee.
                “Eh.. semalem pada nonton bola ga?” tanya Dhee penuh semangat.
                “Iya Laoshi keren abis Andik Virmansyah” kata salah satu murid antusias.
                “Iya donk.... dukung selalu Timnas Indonesia” kata dhee penuh semangat. Walaupun sebagian anak ga peduli, sebagian lagi ngobrol sendiri dan sedikit sekali yang merespon. Tapi bagi dhee ga masalah. Dhee selalu ingin nasionalisme anak-anak terbangun sejak dini.
                Hari ini adalah perayaan hari guru yang jatuh 26 Nopember kemarin. Acara di mulai dengan menyanyikan lagu Hymne guru dan games. Dhee ikut berpartisipasi dalam games tersebut tapi selalu kalah.
                “Yah.... laoshi ni..” protes anak-anak didiknya kecewa. Dhee hanya nyengir dan terkekeh. Sebenarnya dia ga sanggup melihat anak didiknya kecewa, tapi saat ini mungkin dhee memang lagi tidak beruntung.
Pada saat di kelas Dhee dikejutkan pada kartu ucapan Selamat hari guru dari Justin. Justin memang anak yang sangat baik, sangat sopan, dan sangat perhatian. Benar-benar anak yang manis, “harus banyak belajar ni dari mami Justin, gimana mendidik anak yang keren gini” batin Dhee.
Acara hari itu berlalu sangat luar biasa buat dhee, tapi yang lebih berkesan saat detik-detik pulang sekolah dhee dikejutkan oleh seorang anak Bintang namanya dari kelas sebelah, dengan secarik kertas dia datang dan menyerahkan ucapan selamat hari guru. Dhee terdiam beberapa detik untuk menyadari semua itu dan akhirnya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut bintang Dhee bilang.. “ makasih ya nak..” Bintang hanya tersenyum dan berlari. “Ah.. anak itu pasti punya kelebihan” batin Dhee. Tidak beberapa lama Shandi menghampiri dan memberikan kartu ucapan yang sama. Dan masih ada beberapa anak dari kelas B yang menghampiri Dhee untuk ucapkan selamat Hari Guru. Dhee sangat senang sekali hari itu.
----
Kembali ke hari ini... Dhee benar-benar sangat kelelahan, mulai dari lari-lari dengan anak-anak, bercanda, tertawa, makan-makan, kelas berantakan. Sampai tiba waktunya pulang, Dhee sebenarnya bisa membersihkan semua kelas bahkan tenaga yang dibutuhkan jauh lebih sedikit daripada harus teriak-teriak meminta anak untuk membersihkan kelas. Tapi dhee punya kewajiban untuk melatih tanggung jawab kepada mereka. Sampai akhirnya kelas bersih, mereka pulang telat, dan Dhee harus berurusan dengan salah satu orang tua siswa yang marah karena pulangnya telat. Huft... “Mami... andai engkau tahu apa yang aku lakukan untuk anakmu, aku berusaha memberikan yang terbaik” batin dhee. “Anak yang lain bisa bilang kalo dia harus pergi hari ini jadi harus pulang lebih dulu, kenapa dia tidak? Tuhan berilah kesabaran untukku” batin Dhee. Tapi Dhee harus tetap terlihat baik-baik saja di depan muridnya, saat pulang sekolah masih sempat bermain “ji sam su” dengan Wynne, Vasthy, Ping-ping, dan Vanessa. Melihat keceriaan mereka membuat hati Dhee lebih tenang, dan sampai di rumah tenaga Dhee habis terserap oleh aktivitasnya hari ini. Semua tampak sangat mempesona buat Dhee. Dhee menutup hari ini dengan senyuman kebanggaan pada anak didiknya di 5C. Banyak belajar dari anak-anak, tentang ketulusan. "Thanks God to this day, aku yakin suatu saat mereka akan jadi orang besar" batin dhee penuh keyakinan.

P.S : Anak-anakku tersayang 5C, kalian adalah anak-anak terhebat. Ingat kata Laoshi untuk selalu menjadi kebanggaan orang-orang di sekitar kalian, dan kalian menunjukkan hari ini, betapa Laoshi sangat bangga pada kalian.