Setiap orang mempunyai hari istimewa nya sendiri-sendiri. Hari dimana kita lahir, pertama menatap orang yang istimewa, memutuskan tuk menikah, dan yang paling istimewa saat kita mendapatkan kepercayaan dari Allah tuk mempunyai seorang anak, anak kecil yang lucu.... atau bahkan hari istimewa yang kita lewati dengan sahabat-sahabat kita yang sudah lebih dari sekeder sahabat. Dhee, Imunk, dan Indah mengawali pertemanan mereka di bangku kuliah S1 Pendidikan Fisika, waktu itu bersama dengan Widy dan Dwi (kami memanggil nya dengan cincu)... Dan samapi sekarang Dhee, Imunk, Indah, dan Cincu masih sering berkomunikasi dan berjanji tuk saling berkunjung, walaupun janji-janji itu terlupa begitu saja dengan kesibukan masing-masing. Pi kita yakin suatu saat Allah bakal mempertemukan kita dengan cara-Nya yang elegan dan mempesona. ( We Always Pray to it )
Ini cerita bukan tentang aku, aku menulis khusus buat sahabatku yang pada tanggal 21 Januari 2012 telah menemukan hari istimrwanya. Ini tentang Rosindah Nurmita ( Just call she, Indah ). Diantara kami Indah adalah orang yang paling semangat, paling nasionalisme, dan apa aja di ukur pakek hati dan perasaan. Dulu, dialah yang selalu datang ke kampus lebih awal, buku catatanya sangat lengkap ( apapun yang diomongin sama dosen dicatat ma Dia ), menyemangatiku tuk mengerjakan Tugas Akhir, selalu menjaga persahabatan kami.
Sabtu pagi, 21 Januari 2012
"Dhee... kangen sekali" Indah memelukku erat ketika aku sampai dirumahnya pagi itu, ya aku janjian ma Imunk tuk datang ke hari istimewa sahabat istimewa kami. Dia melepaskan pelukanya, dia mengamatiku dari ujung kaki ke ujung kepala, aku tersenyum gembira tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. "Masih Dhee yang dulu" katanya sambil merangkul ku tuk menunjukkan kamar pengantinya.
"Dhee.. mau mandi dulu atau mau boboan aja?" tanya Indah, "Iya.. iya.. aku tahu, pasti mandi dulu kan!" ucapnya sambil tertawa lepas, karna mang kebiasaanku daridulu tuk bersih-bersih lebih dulu sebelum melakuakn apapun, aku tertawa sambil menyiapkan perlengkapan mandiku. aku bener-bener sangat senang saat ini, bisa melihat kebahgiaan sahabatku.
Acara pernikahan Indah berjalan dengan sangat Khidmat, saya akan perkenalkan suami yang akhirnya dipilih oleh Indah dari sekian kandidat yang pernah menyentuh hatinya dialah.. Jatmiko, kami memanggilnya Mas Miko, Angkatan Laut dinas di Jakarta Utara. Maka nikahan Indah dan Mas Miko pakek upacara HastaPora.,.,., Saat mereka mengikrarkan janji, Mas Miko menatap Indah begitu dalam dan senyum Indah tak lepas dari Bibir indahnya. Aku sangat bahagia melihat mereka, serasi sekali.... Tapi Mas Miko sedikit tidak lepas tawa dan kebahagiaanya semua terangkum jelas dalam mimik wajahnya,... kebahagiaan itu sedikit terganjal karena Ayah Mas Miko sedang terbaring lemas di rumah sakit, sehingga tak mampu mendampingi putra kebanggaanya di hari yang paling dia nantikan dalam sisa-sisa hidupnya.
Sabtu Siang,...
Acara Adat pun sudah terselesaikan dengan baik, tapi sahabatku belum kunjung menampakkan batang hidungnya, Aku mulai kwatir, Indah pun dah berulang kali menanyakan kepadaku "Imunk sampai dimana?"
"Imunk... kau dah pek mana ni? lama banget sih sampeknya? dah kangen ni..."
Aku mengirimkan SMS ke Hp nya.
"Masih ngetam Dhee bus nya, hadew panas lagi.. trus ni aku mo mabok, Ni aku naek Bus Ekonomi, soale tadi kado yang buat Indah, diambil ma Kenek nya trus dibawa lari, ya.. aku jadi ikutin.. huft.. sebel..sebel..sebel.."
Balas Imunk, aku sebenarnya sangat kasian, membayangkan wajahnya yang lugu dan tak berdosa berlari-lari ngikutin kenek yang membawa kadonya, tapi yang keluar malah tertawa terkekeh.
"Ya udah.. sabar nanti nek dah deket SMS ya!"
SMS ku tak di balas oleh Imunk, kesimpulanku saat itu dia dah Hoak_Hoek di Bus.
"Dhee.... panas banget ni, dicopot ya bajunya?" tanya Indah padaku
"Jangan dunk, Imunk kan lom foto bareng, ntar dulu lah... sedikit lagi juga sampek" kataku mencegah Indah tuk menghapus make up nya, sedangkan Mas Miko dah ganti baju yang terlihat lebih nyantai, karena emang acara pernikahanya sudah selesai.
Sabtu Sore,...
Setelah mandi, ku rebahan di kamar tidur,tak lama berselang ada suara-suara sayup....
"Imunk... masih seperti yang dulu" kata Indah menyambut kedatangan Imunk, aku langsung loncat dari kamar tidur dan menghampiri imunk.
"Imunk..." panggilku, dan aku langsung memeluknya,.. "Bau acem" kataku sambil memencet Hidung menirukan adegan iklan di TV.
"Apaan sih Dhee.." katanya melepaskan pelukanku, trus dia mencium-ciumi baunya sendiri, "Iya sih asem" katanya innocent, kita saling pandang dan tertawa bersama.....
"Indah.. cantik banget" Komen Imunk setelah tersadar kembali dan melihat Indah.
"Demi Imunk ni.... belum aku buka-buka ni baju ma make up, dah gerah banget padahal..." kata Indah pura-pura kesel. Imunk hanya nyengir,..
"Oke.. sekarang.. waktunya foto-foto" kataku.. Jadilah foto-foto kami bertiga sesi ke dua setelah acara foto-foto di laptop ku pas semester pertama dulu, dulu banget. Jadilah kami Alay ( Kata anak sekarang ).... gaya CerryBelle, gaya Love, Gaya Manyun, Gaya Kaget, Gaya Cium Indah... pokoknya semua gaya ada.... wkwkwkwk.. kami tertawa-tawa melihat hasil foto itu...
Tanggung jawab Imunk tuk membantu Indah mencopot baju pengantinya dan membersihkan make-up. Seharusnya setelah semua ini selesai, seharusnya Indah kan mandi ya? bener kan!
Tapi..... Dia tidak mandi Sodara-sodara..... aku dan Imunk dah membujuknya tuk mandi dulu, dengan berbagai argumen, tapi ga ngefek sama sekali.
"Masih Indah yang dulu" kata ku dan Imunk bebarengan sambil menarik nafas panjang. Indah ma cuma berlalu dengan cuek, menemui tamu-tamu yang masih datang walaupun acara nya dah selesai.
Malam nya......
Kita bertiga rebahan di kasur, dan saling bercerita,..... inilah adalah saat-saat yang takkan pernah terlupa...
Cerita-cerita Indah tentang ngajarnya dari Pemalang ke Palembang, perpisahanya dengan anak didik di Palembang yang sangat dia kasihi, dan yang paling kita tunggu-tunggu adalah tentang perjalanan cintanya dengan Mas Miko, bagaimana dia memantapkan hati bahwa Mas Miko lah yang terbaik buat nya, Saat-saat pertengkaranya dengan Mas Miko,... Aku dan Imunk mendengarkan dengan penuh seksama dan sesekali bertanya,...
Kemudian Imunk yang cerita tentang S2 nya, teman-temanya, pola pikirnya, murid-murid disekolahnya, dan tentang Mas Andry kekasih hatinya, keposesifanya, kecemburuanya, kegalauanya....
Semua tampak begitu Elok, begitu mempesona, dan aku serasa mempunyai 3 dunia, duniaku, dunia Indah, dan dunia Imunk,. karena cerita mereka tampak begitu nyata untukku.
Dalam hatiku berdoa lirih "Ya.. Allah, pertemukan kami kembali dengan cara Mu yang lebih Elegan" Amin.. Aku yakin ke dua sahabatku memanjatkan do'a yang sama.
Minggu Siang..
Hujan mengguyur Pemalang, kita yang rencananya mau ke pantai pun tertunda, dan tak lengkap rasanya kalau tak ada Cincu. Cincu tak bisa hadir karena baru saja melahirkan putra pertamanya Anam,. jadi kami putuskan tuk Calling dia.
"Dhee...kamu di rumah indah? ma Imunk juga, kalian ini... aku ga ada" katanya di ujung telfon.
"Tenang Cu.. ntar kita kerumahmu" kata ku dengan tenang dan meyakinkan
"Iya Dhee? kapan?" tanya Cincu antusias
"Nantilah, nunggu Imunk maen ke Tangerang" kataku santai
"Yah... kapan dunk itu.. Anam di tengokin dunk tante..." Cincu dah mulai memfitnah anaknya ni, padahal Anam juga lom isa ngapa-ngapa in, mana ada dia mo di tengokoin tante-tante nya coba?
"Tunggu waktu yang tepat ya dek..."kataku ga kalah sableng, knapa juga aku jawab pertanyaan Anam coba, dah tahu Anam nya masih bisa menangis... Hadew...
"Ya Udah.. Tan.. Anam tunggu ya" masih suara Cincu yang di buat-buat menirukan anak kecil, karna seolah-olah dia memposisikan Anam yang ngomong.
"Obrolan ini sepertinya harus segera dihentikan" fikir ku, " Baiklah.. ni tante Indah mau ngomong, mau konsultasi malam pertamanya sepertinya" kataku menyerahkan Hp ke Indah.
Dan mereka pun ngobrol dengan seru, mengata-ngatai ku yang belom punya dedek kecil, mengata-ngatai Imunk yang belum cukup umur, sesekali aku dan Imunk menimpali pembicaraan mereka dan tertawa terkekeh-kekeh.
Senin Pagi....
Waktu nya sudah habis, kini saatnya berpamitan dan ucapkan banyak Maaf dan Khilaf kepada Bapak Indah, Ibu Indah, Hafid ( Adeknya Indah) atas sedikit keributan yang kami ciptakan, sedikit kekoyolan yang kami bawa,.. Dan terima kasih yang begitu besar kepada keluarga Indah yang telah menerima kami dengan terbuka....menyediakan makan dan tempat tidur untuk kami...
Kami tetap senang walaupun ga jadi ke pantai ( kalau yang ini bo'ong.. hehehe)
Hampir lupa ni.. buat Mas Miko makasih dah nganter kita cari bus buat pulang, titip Indah ya.... Cintai dan Sayangi dia semampu mu..
Semoga tali silaturahmi tak terputus sampai disini.
Amin..
PS : Untuk Buim.. aku tunggu di tangerang ya! ntar kita jalan-jalan ke Cincu dan Bubur...