Selasa, 17 September 2013

Si bundar yang menyenangkan

Siang itu aku menemani murid-murid main bola. Randy, Dustine, Cello, Nelson, Arya, dan tak ketinggalan si kembar Richie dan Richard. Mereka seharusnya masuk kelas pukul 12.30 namun aku tak tahu aku fikir pukul 12.35 jadi aku biarkan dulu mereka bermain-main. Karena melihat mereka bermain memburu si bundar dan menendangnya dengan antusias adalah hal yang sangat membahagiakan untukku. Mereka seperti mempunyai dunianya sendiri, mereka bermain sangat lepas, berteriak, mengumpat, menendang, berlari. Lihatlah banyak alasan kecil yang membuat kita bahagia. Aku sayang mereka, aku tak peduli jika suatu saat rasa itu hanya akan membuat ku sakit hati. Cukup melihat mereka bahagia dan tersenyum, melihat kenakalan mereka, melihat usaha mereka diterima dilingkunganya, aku mengamati mereka satu persatu dengan seksama dan sesekali tersenyum.
 "Pasti orang tua mereka bangga mempunyai anak-anak yang menyenangkan seperti mereka, mereka masing-masing dengan karakternya adalah kebanggaan keluarganya, mereka yang akan meneruskan nama keluarganya" aku menarik nafas panajng sesekali mengingatkan waktu mereka bermain habis.
Pukul 12.35 mereka masuk kelas dan ternyata pelajaran sudah di mulai akhirnya mereka tidak boleh masuk. Aku menarik nafas panjang melihat mereka masih asyik bermain dan tidak merasa bersalah. Setelah dinasehatin baru mereka mengetahui kesalahan mereka dan berjanji takkan mengulanginya lagi.

NB : Semoga kalian nanti dewasa dan tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan akan mengenang kenakalan kecil kalian sebagai sepenggal cerita yang menyenangkan.

evbgghry

ghvghbvg ghbnhkjkmlfgthysdfgcfcfgh j h,nm,bhjhcfgfgm yubbkgnff
gthjgljptwdyhtj

Lagi....

Sudah seminggu ini kurasakan tanda-tanda kedatangan mu, tiap jam ku tunggu kedatanganmu dengan hati berdebar dengan berharap kau tak benar-benar muncul. Aku benci tiap bulan kau datang selalu telat, kau buat aku mempunyai mimpi sesaat untuk mewujudkan mimpiku. Aku membencimu tanpa alasan hanya karena kau menghambat satu impian terbesarku, impian yang hanya bisa terwujud jika kau tak menyapaku lagi.
Dan malam tadi, kau benar-benar datang, menyapaku dengan senyumu yang menawan, aku harus mengulang lagi dari awal, kau datang terlalu lama, aku menunggumu sudah seminggu yang lalu... aku menunggumu datang lebih cepat jika memang kau mau datang, supaya aku memulai lagi dengan cepat... Aku benci kamu, aku membencimu untuk saat ini.. maafkan aku..
Aku mohon untuk bulan depan kau tak datang lagi, beri aku kesempatan untuk memiliki seseorang yang ku damba, biarkan aku mendapatkan satu bahagia lagi.

Dan pagi ini saat aku berangkat kerja di jalan aku berkomunikasi dengan Tuhanku... "Ya Allah, kenapa dia datang lagi?" tanyaku lirih. "Karna kau belum siap untuk menerima anugerah dariku" jawabnya merdu, lirih sekali seperti hembusan nafas yang menyejukkan. "Bagian mana aku belum siap ya Allah..."tanyaku mulai menitikkan air mata. "Kau masih menanyakan keberadaanKu, meragukan kebesaranKu, apa yang Ku lakukan padamu adalah yang terbaik, percayalah padaKu". Aku terdiam sepersekian detik dan aku mau menyanggahNya lagi, tapi pasti Allah takkan suka. Aku mencoba mengerti, mencoba bersabar lagi. Dan Sabar adalah kata yang gampang sekali diucapkan namun menjalaninya sungguh sangat berat, sangat luar biasa. Kubiarkan air mataku menetes membasahi pipiku dan tenggorokanku terasa kering. Aku mengingat-ingat kata yang pernah kuucapkan pada sahabatku saat dia dalam situasi harus bersabar. "Hidup ini seperti sebuah permainan dalam komputer yang sering kita mainkan, saat kita mau naik level kita harus melewati rintangan, dan saat kita tidak bisa melewati rintangan itu, kita akan mengulangi level itu.. Huft..." mudah sekali mengatakan itu, dan aku sendiri sulit sekali untuk bisa naik level berikutnya...
Kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat tiba-tiba muncul begitu saja. "Gimana Allah mempercayakanku padaku hal yang lebih besar, kalo kewajibanku saja aku tak bisa penuhi, kewajiban yang sederhana" tangisku mulai reda. Aku menyadari kesalahanku dan aku akan mencoba tuk memperbaikinya, walaupun setiap bulan aku berjanji seperti itu, dan aku pasti akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.
Tangisku mulai reda,aku muali mengingat lagi kejadian semalam, aku merasa bersalah pada suamiku, semalam aku tak menyapanya, tadi pagi aku tak menciumnya saat berangkat kerja. "Sayang maafkan aku.." wajah letih suamiku tergambar jelas dalam mataku. Aku sangat mencintainya, tapi kadang aku membuatnya kuatir, membuatnya merasa bersalah. Dan dari diamnya aku yakin dia mengharapkan hal yang sama, dalam wajah letihnya tergambar keinginan besarnya tuk segera mewujudkan mimpi itu, tapi dia masih tetap bisa tegar dan tersenyum untukku.
Tak terasa aku sudah memasuki parkir tempat kerjaku. "Ya Allah semoga hari ini menyenangkan" doa ku dalam hati.

NB : Sam... I love U. Terimakasih untuk kesabaran dan cintamu.. I am really-really love u...

Selasa, 10 September 2013

Taek wondo

Selasa 10 September 2013, untuk pertama kalinya aku ikut latihan Taekwondo. Awalnya sih buat seneng-seneng, buat ngisi waktu latihanya seharusnya hari Selasa dan Jumat tapi Jumat aku ikut Aerobic aja.
Ya.... tujuanya sih biar badan fress sehingga fikiran jadi rileks trus dapat DeBay... Amin....
Taekwondo tu seni bela diri yang berasal dari Korea... makanya semua perintah dalam bahasa Korea, mana ku ngerti lagi, "Ugul" itu doank yang aku ingat itupun lupa artinya. Trus pas latihan pertama kali, streching nya aja bikin nafas ngos-ngosan bikin sendi bunyi kletek-kletek. Huft.. latihan yang berat. Tapi badan benar-benar jadi segar mana sabum nim nya sabar banget lagi. Sabum nim itu sebutan untuk pelatihnya. Pas lagi latihan salah-salah melulu, kurang powerlah, gerakan nya salah... kiri jadi kanan, kanan jadi kiri. huhuhu... Pas lagi cooling down aku batin dalam hati "Ni pasti besok pegel-pegel ni badan" tapi ternyata pas aku bangun tidur tadi pagi, badan menjadi lebih segar tak ada pegel-pegel sama sekali, tapi ni malah batuk-batuk dan pilek dah dari minggu kemarin sih pilek nya, lom sembuh-sembuh... Semoga dengan banyak bergerak badan lebih sehat.

Nb : thanks to Agus Laoshi yang ngajakin Taekwondo.. semoga aku bisa terus latihan.. soalnya biasanya suka males kalo dah lama.. hehehe

Senin, 09 September 2013

Thanks ya Yank....

Semoga ini adalah jalan untuk mewujudkan kami berdua, aku dan suamiku. Mewujudkan impian orang-orang terkasih, demi senyum orang-orang tersayang. Ya Allah semoga kau mendengar doa-doa kami... doa-doa hambamu yang menginginkan kenikmatanmu.
--

Aku terlahir dari keluarga yang PAS, pas aku SD orang tuaku mampu membelikanku kotak makan yang keren saat yang lain masih memakai rantang. Saat aku SMP orang tuaku mampu membelikanku sepeda saat yang lain harus berdesak-desakan naik angkot. Saat aku SMA orang tuaku mampu membelikanku sepeda motor saat yang lain masih memakai sepeda atau berkejaran dengan bus kota, mampu membelikan ku HP Sony Ericson saat temanku yang lain dengan Hp Nokia nya (yang layar biru). Dan saat aku Kuliah orang tuaku mampu membelikanku laptop saat temanku masih dengan komputer plantinum 3 nya.
--

Dan apa yang bisa kuberikan untuk orangtuaku? sama sekali belum ada, tapi satu yang pasti aku akan berusaha berikan yang terbaik untuk semua pengorbanan orang tuaku. Memastikan aku baik-baik saja di sini dengan suamiku, itu yang paling membuat orang tuaku bahagia. Dan saat ini kehadiran cucu dari anak perempuan satu-satunya di rumah sederhana itu menjadi impian dan doa yang selalu dipanjatkan siang malam. Kabar gembiranya misua akan bisa beristirahat lebih banyak dari kemarin karena perusahaan menawarkan All in untuk suamiku. Semoga Allah sudah mau memberikan kepercayaan-Nya. Amin..
--

Kadang saat orang lain bertanya kepadaku tentang anak, walau hatiku menagis pilu, tapi aku selalu tersenyum dan bilang "Kapan aku belajar sabar dan tawakkal, jika Allah selalu memberikan apa yang aku mau". aku selalu percaya bahwa Allah akan berikan apa yang butuhkan dan aku percaya bahwa aku adalah orang yang beruntung. "Beruntung itu adalah hasil usaha" begitu kata Mario Teguh dalam programnya Golden Ways yang ditayangkan di Metro TV.
--

"Thanks ya Yank.. sudah mau menghabiskan sisa waktumu bersamaku, merangkai mimpi-mimpi bareng, dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi itu" kataku lirih saat misua mengabarkan kabar gembira itu, ku tak peduli matanya terpejam ku yakin dia mendengar karena setelah itu dia meraihku tuk tidur dalam pelukanya.

NB : love you so much my hubby...

Hujan

Sebenarnya bukan butiran air hujan yang bening dan lembut menerpa tubuh yang membuatku sangat menyukai hujan, tapi lebih dari itu.
---
Trenggalek, 1996 saat musim hujan
Aku, Naf, Lay berlari-lari kecil saat pulang sekolah siang itu, jarak sekolahku ke rumah sekitar 500 m. Sebelum kami pulang sekolah kami mencari daun pisang untuk payung kami pulang, ya.. siang itu hujan sedang mengguyur desa ku yang indah.
"Ndok... kita buka aja sepatunya, biar ga basah" kata Naf kepadaku
Aku dan Lay berpandangan dan menganngguk setuju "Iya Mbak Naf.. besokan sepatunya di pakek lagi ya" kataku sambil tertawa riang, keluguan bocah kelas 3 SD.
Setelah membuka sepatu Aku, Naf, dan Lay bergegas pulang, ternyata saat kami perjalanan pulang hujan semakin deras dan payung dari daun pisang itu tak mampu melindungi kami bertiga.
"Aduh.. gimana ni.. ntar kita dimarahin ma Ibu" kata Lay takut, Aku dan naf hanya nyengir dan membayangkan apa yang terjadi sampai di rumah.
Kami pun berpisah untuk menuju rumah masing-masing. Ku lihat dari jauh Naf di sambut omelan oleh Ibu nya, kemudian melewati rumah Lay, diapun sepertinya kena marah Ibu nya. Jantungku berdegup semakin kencang, hawa dingin tiba-tiba ku rasakan di sekujur tubuhku. Ayah dan Ibu ku jarang sekali marah makanya aku berusaha sebaik mungkin untuk mereka, tapi lihat diriku saat ini, basah kuyup, tas dan isinya basah, sepatupun juga basah. Tak kurasa aku sampai di pintu rumah.
"Sepi.." batinku sambil clingak-clinguk lihat seisi rumah
"Assalamualaikum" ucapku, itu sudah kebiasaanku sejak kecil, aku diajarin memberi salam saat masuk ke rumah.
"Wa'alaikum salam" jawab Ibu ku merdu, tapi suaranya belum mampu menghangatkan tubuhku yang lama-lama menggigil kedinginan. Ibu melihatku basah kuyup, tanpa kata sedikitpun dari Ibu dengan cekatan membuka tubuhku dan melilitkan handuk, beliau merebuskan air dan tidak lebih dari 10 menit, Ibu menyuruhku mandi air hangat yang telah beliau siapkan. Betapa nikmatnya mandi air hangat setelah butiran hujan mengguyur tubuhku. Aku keluar kamar mandi dan telah siap di meja makan teh hangat dan mie rebus telur, waktu itu mie rebus adalah makanan favoritku apalagi di tambah telur, itu adalah makanan istimewa, makanan yang hanya di buatkan Ibu saat aku sakit. Biasanya mie 1 bungkus di masak setengah ma Ibu dan itupun aku harus bagi dengan kakak. Aku makan dengan lahap karena memang aku sangat lapar. Ibu hanya memandangiku, aku tak terlalu memperhatikan raut wajahnya waktu itu. "Ndok.. kamu tahu, betapa bahaya nya hujan-hujanan, apa lagi angin di luar begitu kencang" kata Ibu membuka pembicaraanya, aku terdiam membayangkan betapa serunya tadi perjalanan pulang, "Ga bahaya sama sekali" batinku dalam hati. Seperti tahu apa yang aku fikirkan Ibu menambahi, "Kamu bisa sakit, buku kamu basah semua, gimna kamu bisa belajar". Dan masih banyak lagi yang Ibu bicarakan, tapi bukanya aku tak mau mendengarkan, karna tiba-tiba rasa kantuk itu menyerangku dan aku tertidur di pangkuan Ibu. Yang aku ingat hanya Ibu tidak mau sekolahku terganggu, kelanjutan sekolahku adalah  harapan Ibu untuk Aku bisa hidup lebih baik.
Saat aku terbangun dari tidur, aku sudah berada di kamar ku yang nyaman, ku lihat dari jendela hujan masih mengguyur kota yang dijuluki berteman hati itu.
---
 Siang itu hujan mengguyur kembali desa yang asri itu, aku,mas Takim, Ibu, dan Bapak sedang duduk-duduk di beranda rumah. Aku melihat beberapa teman sedang main hujan melewati rumahku, tak beberapa lama dari jauh ku lihat Naf, Lay, dan beberapa temanku juga main hujan. Aku merengek ke Ibu untuk maen hujan, Ibu tidak mengijinkan karena takut aku sakit, Aku tak habis ide, aku dekati ayah dan memohon ke ayah untuk diijinkan maen hujan, Ayah mengijinkanku dengan syarat aku ga maen hujan lagi kalau habis hujan aku sakit. Aku setuju syarat yang diajukan ayah. Aku jingkrak-jingkrak kegirangan dan bergabung dengan teman-teman yang lain untuk maen hujan. Dan saat aku pulang Ibu telah menyiapkan air panas dan teh hangat untukku, kali ini ga ada mie rebus telur karena kata Ibu aku maen-maen ga lagi sekolah. Huwa...
---
Aku mulai menyukai hujan sejak itu, aku selalu pergi maen hujan di luar rumah dan ada teh hangat di rumah, sampai aku SMA pun aku suka sekali maen hujan, sekali lagi bukan tetesan butiran-butiran hujan itu tapi teh hangat dan mandi air hangat yang disiapkan Ibu, itulah yang istimewa. Sampai saat inipun, saat aku mempunyai keluarga kecilku sendiri dan aku jauh dari orang tua untuk hidup yang lebih baik, aku selalu menyukai hujan, aku tidak maen keluar lagi, maen hujan dan berjingkrak-jingkrak, tapi aku selalu membuat teh hangat dan mandi air panas saat hujan itu turun. Saat aku menyruput sedikit demi sedikit teh itu aku selalu bilang "I miss u mom" di setiap sruputan, tak senikmat teh yang dibikin Ibu tapi itu membuatku sangat tenang.

NB : My mom my future...

Ndok adalah panggilan untuk anak perempuan.

Rabu, 04 September 2013

dhee 6B

Rasanya baru kemarin kenaikan kelas, ternyata sudah hampir 3 bulan berlalu. Aku memasuki kelas yang baru, bergabung dengan anak-anak baru harapan bangsa. Masih bersama anak-anak kelas 5 dulu, karena sekarang Aku mengajar di kelas 6. dengan formasi yang berberda, dengan anak-anak yang berbeda yang mempunyai keunikanya sendiri-sendiri.
Tiga bulan berlalu sudah nampak beberapa karakter anak-anak itu, periang, pendiam, pembikin onar, dan ga bisa diam, namun tetap dalam kepolosan dan keinginanya tuk bermain.
Aku menyayangi mereka sepenuh hati, ku berikan waktu dan perhatian untuk mereka,.. saat lelah menghampiri "Ah... mereka akan tahu betapa aku sangat menyayanginya" kataku lirih.

Anak-anak ini lebih aktif dari kelas 5C, lebih berenergi, lebih istimewa. O iya Cepy di kelas 6B, Cepy lebih baik sekarang, lebih bisa diatur, rambutnya dipotong pendek, tapi tetap cerdas dan awesome.
Randy, Dastine, Cello, Nelson, Richie, Arya banyak perhatian yang harus diberikan ke mereka baik secara akademik maupun tingkah laku. bagaimanapun tingkah mereka, mereka adalah anak-anakku setahun ini, bukan kebetulan kita bertemu tapi ku percaya Tuhan mempunyai alasan yang lebih baik. Semoga aku bisa menjadi warna bagi kehidupan mereka.

Saat ini anak-anak sedang belajar Math, di luar hujan sedang mengguyur kota Tangerang Selatan, aku minta anak-anak membuka jendela. Ah... indah sekali hujan itu mengguyur, ingin rasanya aku berlari menembus hujan itu, saat kupejamkan mata kurasakan dingin angin yang berhembus dan aku kembali ke masa kecilku. masa yang damai, masa tidak ada kemarahan hanya ada rasa cinta yang ditanamkan orangtuaku sejak kecil.

Sejak kecil aku jarang sekali dimarahin, makanya aku sama sekali tidak bisa marah,ku tak tau apa yang harus di katakan jika marah, tapi itu dulu saat aku menginjakkan kaki di kelas 5C. Selama satu tahun aku banyak belajar, pastinya sekarang ku tahu apa yang harus ku katakan jika marah, bagaimana ku bisa menahan air mataku tidak keluar saat aku marah..Ah.... Apa aku harus bangga bisa marah? ah...aku tak menyukai rasa ini.. aku tak menyukai amarah itu sedikit-sedikit masuk ke dalam sukma dan jiwaku. Aku ga suka menjadi guru yang mereka takuti, aku ingin menjadi sahabat mereka. Sahabat yang selalu mendengarkan ocehan mereka, sahabat yang selalu buat mereka mendapatkan yang terbaik... That's my Dream.. "Tuhan kabulkan doa ku" ucapku dalam hati

Setelah ulangan bulan ini, aku akan melihat perkembangan mereka dan aku akan ajak bicara mereka dan orang tuanya membicarakan masa depan mereka.

Dan sekaran pelajaran Math telah selesai, hujanpun telah reda, sekarang waktunya pelajaran English, mereka mau test.. (semoga mereka dapat nilai yang baik.. Amin ). Again... Guru mereka sedang memarahi mereka, setelah Guru mandarin mereka yang marah setelah lunch... Wow... That's make me very sad.... Aku sangat takut mereka akan menjadi manusia yang keras hatinya, yang menganggap membuat orang lain marah adalah hal yang biasa karena mereka melihatnya setiap hari...

Setiap malam ku selalu cerita pada Tuhanku untuk memberikanku kekuatan, kesabaran, dan cara untuk membuat mereka mengerti, untuk membuat mereka memikirkan orang lain, untuk membuat mereka mempunyai hati, hati yang baik, hati yang bersih. Semoga Tuhan mengabulkan doa-doa ku. Amin.


NB : Thanks ya Nembe, atas kesediaan kalian menjadi bagian hidup Laoshi...