Meningkatkan Kemampuan Menulis
Artikel Guru Pahoa
Kemampuan
menulis artikel sangat diperlukan oleh profesi apapun, termasuk guru. Sehingga
pada hari Sabtu, 27 April 2013 Pahoa mengadakan pelatihan pembuatan artikel
untuk persiapan penulisan Penilaian Tindakan Kelas (PTK) yang menjadi salah
satu penilaian untuk guru. Pelatihan yang diadakan di Ruang Perpustakaan SD
Pahoa itu di ikuti oleh 6 staff perpustakaan, 31 guru yang terdiri dari 26 guru
perempuan dan 5 guru laki-laki. Acara berlangsung sangat tertib yang dimulai
dengan pembukaan oleh Afiyon Kristiyan selaku ketua panitia dan sambutan dari Ismoyo
selaku wakil ketua Badan Pengembangan dan Penelitian (BPP) SD Pahoa, beliau
menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan
kreatifitas guru dan meningkatkan kinerja.
Acara
yang dimulai 15 menit dari rencana semula itu di pimpin oleh Naning Pranoto
yang memperkenalkan cara penulisan artikel dengan metode KISS (Keep It Short and Simple) yang di gagas
oleh Prof. Dr. William Strunk Jr. ( 1986-1946), yang ditulisnya dalam buku The Elements Of Style. Metode KISS
tersebut terdiri dari 8 tahapan yaitu pertama, kalimat ditulis dengan kalimat
yang mudah. Kedua, menggali sumber laporan. Ketiga, menentukan laporan.
Keempat, menggunakan kaidah jurnalistik yaitu dengan mengacu pada 5W+1H.
Kelima, bentuk tulisan menyerupai piramida. Keenam, penghitungan kata untuk
karya. Ketujuh, cipta judul dengan 3-6 kata. Yang terakhir adalah plotting.
“Kalau
dilihat dari teori kedelapan metode KISS, maka saya merasa menulis tu sangat
mudah, tapi saat saya praktek menulis menjadi tidak semudah yang saya bayangkan”
ucap Meyuyana Sari saat diskusi berlangsung.
“Banyak
orang yang tidak bisa menulis karena miskin kata, maka mulailah dengan
mendaftar kata-kata yang akan digunakan dalam penulisan” begitu kata sang
pembicara nyentrik tersebut. Maka mulailah peserta menulis 5 kata untuk bekal
penulisanya. Dari kegiatan tersebut peserta satu dengan yang lain akan saling
melengkapi kata sehingga mereka kaya dengan kata-kata.
Pada
saat sesi praktek menulis artikel, pembicara meminta beberapa peserta
membacakan kalimat pertamanya, ternyata 3 dari 5 orang yang ditunjuk, kalimat
pertama diawali dengan ‘Pada hari sabtu,
22 April 2013’. Kalimat tersebut seperti cerita dongeng diawali dengan ‘pada suatu hari, pada zaman dahulu’ dan
sejenisnya, hal itu seperti kalimat fiksi dan tidak terlalu bagus jika menjadi
awal kalimat pada artikel yang non fiksi. Kemudian Naning Pranoto memberikan
beberapa pilihan kalimat pertama yang kuat.
“Penentuan
kalimat pertama sangat penting untuk seseorang mau terus membaca artikel yang dibuat
atau berhenti setelah kalimat tersebut selesai” kata sang pembicara lugas.
Hasil dari pelatihan
tersebut artikel dari masing-masing guru akan dilombakan. Hal itu menambah antusias
guru dalam menulis artikel, terlihat dari keaktifan mereka menanyakan hal-hal
yang belum dipahaminya untuk menyempurnakan artikel yang telah dibuat. Bahkan beberapa
guru terlihat memotret kegiatan tersebut untuk melengkapi data artikel mereka.
(dhee) PS : Maaf buat misua yang selalu ditinggal saat weekend. I love u my hubby...