Sabtu, 27 April 2013

Belajar Menulis Artikel

Sabtu pagi ini terasa berbeda, Dhee tidak harus bangun sepagi biasanya karena aktivitas disekolah juga berbeda. Hari ini ada pelatihan pembuatan artikel untuk guru yang dimulai pukul 09.00 WIB. Sampai di sekolah dhee mencoba mengikuti tahap demi tahap, dan sampailah pada praktek menulis artikel. Dengan semangat dhee mencoba menulis artikel kegiatan pada hari itu. Disimak dulu yuk.... ^_^


Meningkatkan Kemampuan Menulis Artikel Guru Pahoa
Kemampuan menulis artikel sangat diperlukan oleh profesi apapun, termasuk guru. Sehingga pada hari Sabtu, 27 April 2013 Pahoa mengadakan pelatihan pembuatan artikel untuk persiapan penulisan Penilaian Tindakan Kelas (PTK) yang menjadi salah satu penilaian untuk guru. Pelatihan yang diadakan di Ruang Perpustakaan SD Pahoa itu di ikuti oleh 6 staff perpustakaan, 31 guru yang terdiri dari 26 guru perempuan dan 5 guru laki-laki. Acara berlangsung sangat tertib yang dimulai dengan pembukaan oleh Afiyon Kristiyan selaku ketua panitia dan sambutan dari Ismoyo selaku wakil ketua Badan Pengembangan dan Penelitian (BPP) SD Pahoa, beliau menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kreatifitas guru dan meningkatkan kinerja.
Acara yang dimulai 15 menit dari rencana semula itu di pimpin oleh Naning Pranoto yang memperkenalkan cara penulisan artikel dengan metode KISS (Keep It Short and Simple) yang di gagas oleh Prof. Dr. William Strunk Jr. ( 1986-1946), yang ditulisnya dalam buku The Elements Of Style. Metode KISS tersebut terdiri dari 8 tahapan yaitu pertama, kalimat ditulis dengan kalimat yang mudah. Kedua, menggali sumber laporan. Ketiga, menentukan laporan. Keempat, menggunakan kaidah jurnalistik yaitu dengan mengacu pada 5W+1H. Kelima, bentuk tulisan menyerupai piramida. Keenam, penghitungan kata untuk karya. Ketujuh, cipta judul dengan 3-6 kata. Yang terakhir adalah plotting.
“Kalau dilihat dari teori kedelapan metode KISS, maka saya merasa menulis tu sangat mudah, tapi saat saya praktek menulis menjadi tidak semudah yang saya bayangkan” ucap Meyuyana Sari saat diskusi berlangsung.
“Banyak orang yang tidak bisa menulis karena miskin kata, maka mulailah dengan mendaftar kata-kata yang akan digunakan dalam penulisan” begitu kata sang pembicara nyentrik tersebut. Maka mulailah peserta menulis 5 kata untuk bekal penulisanya. Dari kegiatan tersebut peserta satu dengan yang lain akan saling melengkapi kata sehingga mereka kaya dengan kata-kata.
Pada saat sesi praktek menulis artikel, pembicara meminta beberapa peserta membacakan kalimat pertamanya, ternyata 3 dari 5 orang yang ditunjuk, kalimat pertama diawali dengan ‘Pada hari sabtu, 22 April 2013’. Kalimat tersebut seperti cerita dongeng diawali dengan ‘pada suatu hari, pada zaman dahulu’ dan sejenisnya, hal itu seperti kalimat fiksi dan tidak terlalu bagus jika menjadi awal kalimat pada artikel yang non fiksi. Kemudian Naning Pranoto memberikan beberapa pilihan kalimat pertama yang kuat.
“Penentuan kalimat pertama sangat penting untuk seseorang mau terus membaca artikel yang dibuat atau berhenti setelah kalimat tersebut selesai” kata sang pembicara lugas.
Hasil dari pelatihan tersebut artikel dari masing-masing guru akan dilombakan. Hal itu menambah antusias guru dalam menulis artikel, terlihat dari keaktifan mereka menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya untuk menyempurnakan artikel yang telah dibuat. Bahkan beberapa guru terlihat memotret kegiatan tersebut untuk melengkapi data artikel mereka. (dhee

PS : Maaf buat misua yang selalu ditinggal saat weekend. I love u my hubby...