Sampai di tempat kerja, dhee menyiapkan hal-hal yang akan diperlukan untuk hari ini,.,."Bip..Bip..Bip" tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada SMS masuk. "Tumben pagi-pagi ada yang SMS" batin Dhee sambil mengeluarkan Hp dari dalam tas nya, dia buka dan sebuah SMS dari sahabatnya mengabari tentang hal menakjubkan dan membahagiakan sekali.. SMS yang singkat dan jelas." Dhee... aku positif". itu bunyi SMS dari Indah alias Bubur yang nikahanya Dhee posting dengan judul ISTIMEWANYA KAMU.
Sejenak Dhee menarik nafas, Subhanallah.. Alhamdulilah, puji syukur kehadirat Allah,. Dhee mau punya keponakan lagi. Setelah memberikan selamat dan mengabarkan betapa bahagia nya hati Dhee ke Indah, Dhee langsung kirim kabar tersebut ke Imunk dan Samu. Dengan lincah jari Dhee mengetik huruf demi huruf yang akan dia kirimkan ke suaminya Samu.
" Selamat pagi Cinta... Semoga hari ini diberi kemudahan ma Allah... Ayah.. bubur dah positif, semoga sebentar lagi kita menyusul ya yah! Amin.... Bunda cinta Ayah karena Allah"
Itu lah bunyi SMA Dhee untuk Samu, tidak membutuhkan waktu yang lama tuk Samu membalas SMS itu.
"Iya Bundaku. Amin3x ya Robbal alamin"
Balasan pesan singkat Samu yang khas. Dhee cuma tersenyum dan kembali berdoa lirih di pagi yang cerah ini
"Ya.. Allah limpahkan rizki mu untuk kelurga kecilku, keluarga kecil Bubur yang akan kedatangan anggota baru, keluarga kecil Cincu yang telah lebih merasakan menjadi orang tua, dan buat Imunk yang akan memiliki keluarganya sendiri. Amin"
Kembali Dhee berdoa lirih "Ya Allah aku bersujud tuk meminta ampunan karena ketidak tahuanku, karena keterbatasaan pengetahuanku, dan karena ke sok tauanku.. aku bersimpuh kepada-Mu ya Allah...." Kegalauan Perempuan muda itu tak dapat disembunyikan dari wajah nya.
" Selamat pagi Cinta... Semoga hari ini diberi kemudahan ma Allah... Ayah.. bubur dah positif, semoga sebentar lagi kita menyusul ya yah! Amin.... Bunda cinta Ayah karena Allah"
Itu lah bunyi SMA Dhee untuk Samu, tidak membutuhkan waktu yang lama tuk Samu membalas SMS itu.
"Iya Bundaku. Amin3x ya Robbal alamin"
Balasan pesan singkat Samu yang khas. Dhee cuma tersenyum dan kembali berdoa lirih di pagi yang cerah ini
"Ya.. Allah limpahkan rizki mu untuk kelurga kecilku, keluarga kecil Bubur yang akan kedatangan anggota baru, keluarga kecil Cincu yang telah lebih merasakan menjadi orang tua, dan buat Imunk yang akan memiliki keluarganya sendiri. Amin"
Kembali Dhee berdoa lirih "Ya Allah aku bersujud tuk meminta ampunan karena ketidak tahuanku, karena keterbatasaan pengetahuanku, dan karena ke sok tauanku.. aku bersimpuh kepada-Mu ya Allah...." Kegalauan Perempuan muda itu tak dapat disembunyikan dari wajah nya.
Buat Dhee, berita bahagia dari Indah sedikit mengusik ketenangan hatinya, dia berjalan ke arah jendela, menghirup udara pagi yang masih berembun itu dalam-dalam, dan dia berkata lirih, lirih sekali hampir-hampir tak ada yang mampu mendengarnya "Surat itu belum ada balasanya, mungkin masih di waiting room, karena saking banyaknya surat-surat dengan alamat yang sama, atau masih dalam perjalanan menuju ke sana. Mungkin masih menggantung di langit biru yang luas, atau lagi berselancar di laut bergulung-gulung dengan ombak, atau mungkin terombang-ambing angin yang kadang badai kadang damai sepoi-sepoi. Tapi tak apalah.. aku akan menunggu saat istimewa itu". Harapan yang begitu tulus dari seorang perempuan, dia yakin doa-doa nya menggetarkan partikel-partikel kecil yang bersambungan sampai di tempat tujuanya.
Surat permohonan yang Dhee tulis dengan sangat hati-hati, dipersiapkan selama tiga tahun, difikirkan masak-masak kata-kata yang akan dia pergunakan, dia tidak sendiri, dia selalu berkonsultasi ke Samu apa isi suratnya dah sesuai, apa kalimatnya sudah membentuk EYD yang baik. Samu selalu memberi masukan ini-itu sehingga surat itu baru selesai setelah perencanaan tiga tahun. Dhee benar-benar sangat hati-hati mempersiapkan surat permohonan itu. Kini dia dan Samu hanya harus menunggu dan tetap berdoa surat nya dibalas secepatnya. Samu selalu ada buat Dhee, mendampingi dan meyakinkan Dhee. Suatu malam saat Dhee sangat galau Samu mendekatinya dan menggenggam tangannya "Dia juga ga sabar ketemu kamu sayank.... dia sedang menunggu namanya dipanggil dan dikirimkan untuk kita, Allah lagi memilihkan yang terbaik buat kita sayank, seperti kita yang mempersiapkan kehadiranya dengan sebaik-baiknya."
Dhee kembali menarik nafas panjang, membayangklan Samu hatinya menjadi damai kembali, ketenangan samu dalam hadapi segala masalah, kegigihan Samu memenuhi semua kebutuhanya, kebutuhan Samu yang selalu ingin melihatnya tersenyum. Kata-kata Samu selalu membuat Dhee tenang,.,. "I misz u so much my hubby" batinya lirih masih tetap tersenyum.
Hari itu Dhee mengawali harinya dengan semangat dan kerinduan baru.
PS : Terimakasih buat Bubur ma Ms.Miko atas kabar bahagianya, dan juga wat Misua yang selalu bisa menenangkan dan meyakinkanku. ^_^ .
Dhee kembali menarik nafas panjang, membayangklan Samu hatinya menjadi damai kembali, ketenangan samu dalam hadapi segala masalah, kegigihan Samu memenuhi semua kebutuhanya, kebutuhan Samu yang selalu ingin melihatnya tersenyum. Kata-kata Samu selalu membuat Dhee tenang,.,. "I misz u so much my hubby" batinya lirih masih tetap tersenyum.
Hari itu Dhee mengawali harinya dengan semangat dan kerinduan baru.
PS : Terimakasih buat Bubur ma Ms.Miko atas kabar bahagianya, dan juga wat Misua yang selalu bisa menenangkan dan meyakinkanku. ^_^ .
Aaammiinn...makasih mom atas doanya...
BalasHapusI am crying when I read your blog..
smoga Allah segera meng_acc proposal buo n mashur..amiinnn...
Allah selalu sayang sm kita mom... :)
Amin.... iya buim, ini adalah tulisan untuk mengisi secuil bagian hati yang masih kosong, yang masih belum terisi...
BalasHapusah.. iya.. Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita ya mom..