Sabtu, 04 Juni 2011

Penat yang menyayat

"Yank,bosen banget ni!" keluhku di suatu pagi. "Lha maunya sayank gimana?" tanya suamiku penuh selidik. Aku terdiam, "kontrak kerjanya sampai Desember kan?" sambungnya,aku cuma mengangguk pelan." Aku pengen membagikan apa yang aku tahu, aku bener-bener ga bisa seperti ini terus" kami terdiam sejenak, suamiku menatapku dengan teduh kemudian mendekapku dalam pelukanya. "Sayank,.. Ini adalah proses pendewasaan dan Mas yakin kalau sayank bisa melewati semua ini, sayank akan lebih bijaksana nantinya".
Aku mengulang kembali memoriku,saat aku pertama kali kerja,waktu itu aku belum wisuda pi aku sudah mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di jakarta,aku sungguh sangat senang saat itu. Seperti tahu apa yang aku fikirkan, "Kemarin pas kerja sebelumnya sayank pernah mengalami kebosanan juga kan, lebih dari ini malahan'' katanya, ''Kadang kita mengalami kebosanan dengan rutinitas kita,itu hal yang sangat wajar, pi kita harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kita putuskan, Mas yakin sayank bisa berbuat sesuatu untuk mengalahkan rasa bosan itu" ucapnya serius.
Hampir 1,5 tahun aku bekerja di sebuah perusahaan swasta, dan pernah merasa sangat bosan karena beban kerja yang begitu besar. Tapi aku bisa melewatinya dengan baik sampai kontrak kerjaku selesai,dan sekarang masih berhubungan baik dengan perusahaan tersebut. Diam-diam aku bersyukur, waktu aku mengalami kepenatan yang memuncak, aku memutuskan untuk tetap tinggal. Dan Allah selalu tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, empat bulan sebelum kontrak kerjaku selesai aku sudah keterima kerja di tempat lain, dan betapa aku sangat bersyukur saat itu karena perusahaan mau menungguku sampai kontrak kerjaku di tempat kerja lama selesai. "Allah selalu menuntunku" ucapku lirih.
"O iya, sayank kan suka nulis, suka ngrayu Mas dengan kata-kata indah" goda suamiku. "Maksudnya apa?" kataku kesal. "Duh,.sewot amat sih" ternyata suamiku menyadari ke bete-an ku. "Sayank coba aja nulis, ngeblog gtu!" lanjutnya dengan tenang. ''Ngeblog kayak Raditya dika??aku bertanya pada diriku sendiri, tapi tidak kupungkiri aku sangat tertarik dengan ide suamiku tapi aku ga tahu harus nulis apa. Aku terdiam aku memandangnya, sepertinya suamiku tahu aku butuh ide tema tulisanku, dia meraih tanganku dan menggegamnya "Tentang kita, apa yang kita jalanin, yang menjadi pilihan kita" kata suamiku mantap. Aku berfikir sejenak "Sebuah Pilihan" kataku bersemangat. Aku tersenyum melirik suamiku,dengan gemas suamiku mencium keningku dan berkata "Ini baru istriku".
Dalam Penatpun allah selalu ada buat ku. Thanks for my Hubby, I love u so much!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar