Jumat, 13 Januari 2012

Sudah Tepatkah Keputusan Itu

Sore ini terasa beda.. sesak itu kembali lagi.. sesak yang lama telah hilang dari hatiku. hanya karena aku kembali melihat website itu, hatiku bergetar. Ku pejamkan mata mencoba menikmati apa yang sudah aku putuskan, tak boleh menyesal, tak boleh ragu, aku harus jalani semua ini dengan baik, sampai JULI 2013. Namun sungguh, ini sangat menyesakkan, ku coba lagi tuk tenangkan hati, menarik nafas panjang-panjang hingga udara itu masuk semua memenuhi paru-paru ku, ku hempaskan perlahan seakan udara itu teramat sayang untuk dikeluarkan kembali, aku terus berusaha memupuk kepercayaan ku bahwa inilah yang terbaik yang ditunjukkan oleh Allah untukku.
Aku akan sedikit memaksa otakku tuk mengingat kembali masa yang indah itu, walaupun sejenak,....

September 2011
Kontrak kerjaku berakhir Desember 2011 sebagai Karyawan, aku mempunyai cita-cita tuk menjadi pendidik, aku ingin memberikan sesuatu untuk bangsa dan agamaku semampuku, dan ku yakin ku punya kemampuan tuk mengajar dengan baik, namun kesempatan yang belum ada. Aku tak berhenti berusaha tuk menjadi seorang pendidik, sampai akhirnya aku melamar kerja di Sekolah Tinggi Swasta di Tangerang, dan Surprise aku di terima tapi hanya sebagai Tutor dan asisten Dosen Fisika karena aku lulusan Pendidikan Fisika S1 sedangkan untuk menjadi dosen harus menempuh pendidikan master, aku girang bukan kepalang, aku sangat bahagia, akhirnya aku kan isa buktikan bahwa aku bisa mengajar. Aku sangat menantikan hari itu....

Awal Oktober 2011
Aku mulai merasa ragu karna sudah tiga minggu kontrak kerjaku belum selesai, aku berfikir "ga profesional bgt sih". Dan aku mulai tergoda tawaran dari Yayasan, dimana aku bekerja sekarang untuk menjadi pengajar Sains di SD. Tapi aku masih menunggu kepastian dari Sekolah Tinggi Swasta itu, aku sudah jatuh cinta denganya, dengan lingkungan dan visi misi nya, tapi kontrak kerja itu tak kunjung selesai sampai akhir Oktober. Aku mulai panik, mulai pertimbangkan tawaran dari Atasanku, kesana kemari aku cari teman tuk memberikan gambaran dan masukan untukku.

Kata Imunk : "Di Sekolah Tinggi aja bu, kan ada kesempatan untuk S2, mengejar kembali cita-cita buO, dijanjiin bea siswa kan?". 
Kata Apik atau Wawan ( I am Forget it ) : "Di Sekolah Tinggi aja, temen lo ntar Profesor-Profesor jadi ntar lo ikut pinter".
Kata Bu Henry : "Udah ngajar Sains di SD aja, kan di Sekolah Tinggi itu kamu jadi Tutor dan Asisten Dosen, kamu ga akan jadi peran utama, mending di sini, kau tak jadi bayangan dari siapa-siapa"
Kata Mas Takim (kakaku) :"Udah lah dhe, jangan mikirin karier terus, mau S2 segala lagi, di SD aja, kan tempatmu kerja sekarang sudah ada jaminan kesehatan, bonus. Pa lagi dah waktunya adhe mikirin punya Baby, bahagiain Ibu ma Ayah"
Kata Ibu : "Di manapun kau akan bekerja, Ibu selalu bangga padamu Ndok..."
Kata Ayah : "Kau fikirkanlah masak-masak, kau mau cari aman atau cari tantangan?"
Kata Bu hendry lagi : "Dhee.... nanti nek di Sekolah Tinggi itu foto mu ga ada lo di website nya dia, trus ni kok lowongan pekerjaan nya ga keren ya dhee? (hehehe..)"
Kata P.Ian : "Sekarang tu Dhee, jamanya kita yakinin ke sebuah perasaan Rugi nek ga memperkerjakan kita, bukan kita yang rugi."
Kata Kepsek SD : "Sayang sekali lo nek keluar tahun ini, setahun lagi bisa tetap. Belum pernah kan bekerja di sekolah Formal? Coba dulu deh, biar kamu tahu rasanya kayak apa"
Kata P.Edy : "Kamu hanya setahun kontrak kerjanya, dan tahun berikutnya langsung tetap. Disini kamu akan di pacu untuk berkembang, dan saya yakin kamu akan memperoleh banyak disini"
Kata HRD : "Biarkan Tuhan mu menuntunmu, kemana kau harus melangkah."
Kata Indah : "Bu.. cobalah meniti karir di satu tempat, jangan tiap ada masalah atau bosen keluar dari tempat bekerja dan mencari kerjaan yang lain, dimanapun tempat kerjanya kita akan menemui hal yang sama dalam wujud yang berbeda, Trust me!" 
Kata suamiku : "Dimana aja, asal buat sayank nyama dan bisa menjalani nya dengan Happy, akan slalu aku dukung"

Sampai pada akhirnya, aku sendirilah yang harus memutuskan kemana dalam setahun ke depan aku belajar memaknai dan menjalani hidup, dan aku melihat dengan mengajar Sains SD aku akan bisa banyak belajar tuk memahami karakter anak-anak dan yang pasti mandiri tuk berkreasi. 

Desember 2011
Aku tanda tangan kontrak tuk mengajar Sains SD, dan pertama kali ku mendengar ada yang tidak beres dengan sikap sebagian karyawan yang lain. Aku tak tau apa yang aku dengar benar atau salah, pada akhirnya semua ini akan menunjukkan kualitas seseorang itu  seperti apa. Aku sebenarnya tak mau ambil pusing, tapi sedikit banyak telingaku panas jika ada yang bilang aku anak kesayangan atasanku,.,.
Ya Allah lima kali dalam sehari aku bersujud kepada-Mu untuk dijauhkan dari fitnah,aku berfikir, sikap ku yang mana yang membuat mereka berfikir aku deketin atasanku tuk mendapatkan posisi mengajar Sains di SD. Aku tak mau sikapku mermbuat orang lain mengotori hatinya. Tapi aku sama sekali tak tau, what their reason to judge me like that, aku selama ini meminimalisir tuk bersinggungan langsung dengan atasanku. Hal-hal yang seperti itulah yang membuatku tak betah disini, membuatku menyesali apa yang aku tlah tanda tangani, membuat merasa salah memutuskan tuk bertahan di sini. Tapi ya sudahlah, keputusan sudah aku ambil, aku juga sudah tanda tangan kontrak dia atas materai. Jadi, inilah hidup yang akan aku jalani satu setengah tahun ke depan. Semoga Allah selalu menuntunku dan memberikan apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan.

Hari ini aku hanya teringat Sekolah Tinggi tersebut, dan aku tahu dan aku yakin jika Allah berkehandak aku boleh sedikit menyumbangkan ilmu ku untuk Indonesia-ku, ku yakin Allah akan berikan ku kesempatan tuk tunjukkan betapa aku sangat mencintai Indonesiaku. Aku ingin mengabdikan diri tuk mencerdaskan anak bangsa demi kelagsungan Negeri ku tercinta. Semoga kesempatan itu masih ada.. Amin...

P.S. : Thanks to All my friend, tanpamu hidup ini tak berwarna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar