Jumat, 07 Juni 2013

dhee 5C (again)

"Dia laoshi nanti ikut Party kan?" tanya Wynne mendekatiku, Rabu ini adalah hari terakhirnya berada di 5C karna dia harus pergi Summer Camp ke China bersama dengan beberapa teman.
"Dia Laoshi ga ikut, Party nya ntar aja pas terima Rapor" jawabku singkat. "Dia Laoshi ga seru" dia berlalu menemui teman-temanya Andrea, Janice, dan Stephanie. Kemudian seperti mendiskusikan sesuatu kemudian menemuiku lagi berempat. "Dia Laoshi ikut Party ya hari ini...pliss.."rajuk mereka. "Iya.." kataku kemudian duduk di bangku paling belakang tuk memberitahukan nilai ULUM Nanda.
Party pun dimulai, Meng Laoshi partner ku di kelas 5C, guru mandarin anak-anak menyatukan beberapa bangku untuk anak-anak taruh makanan. Kemudian mereka tampak mengeluarkan masing-masing makanan yang telah mereka bawa. Tampak Joven dan Kevin bermain kartu dengan asyik. Joven adalah anak yang baik, pendiam, dan suka bercerita berbagai hal, sedangkan Kevin adalah anak salah satu Kepala Keuangan di Yayasan anak yang baik tapi sedikit memberontak, selain dua orang itu tampak Marvelio dan Richard sedang asyik mengibrol tertawa-tertawa, aku ga tahu apa yang mereka bicarakan, tapi memang mereka sangat akrab satu dengan yang lain, pernah pada saat pelajaran English yang di ajar Ms.Ivon diberi Warning kartu merah karena telat masuk kelas dan masih tertawa-tawa. Marvelio anak yang cerdas, tidak pernah membawa buku pulang ke rumah, semua bukunya ditinggal di loker sekolah, aku juga tidak tahu bagaimana cara dia belajar jika semua buku ada di sekolah, tapi Marvelio tak pernah sekalipun dapat nilai merah dalam semua mata pelajaran. Richard anaknya lucu, suka mengadu, dan manja. Pernah di awal semester dua nilainya menurun, ku panggil Mami Richard dan ternyata nilai menurun disebabkan karena Mami lagi sibuk dan Richard tidak mau belajar jika tidak ditunggu Mami. hmhmhmh.. Setelah itu nilainya merangkak naik kembali.
Kemudian aku amati kelas itu tak nampak satupun 4 serangkai, Andrea, Janice, Stephanie, dan Wynne. ku tahu mereka pasti mempersiapkan sesuatu, mereka anak yang kreatif, anak yang tidak pernah mendapatkan nilai merah di semua pelajaran. Anak-anak yang mulai tumbuh menjadi dewasa.
Ku alihkan pandanganku ke Nanda dan Richie yang sedang asyik bermain catur di pojokan kelas, kudekatin mereka dan ku acak-acak caturnya. Mereka langsung teriak "Laoshi..." ku cuma nyengir dan pergi meninggalkan mereka. Richie adalah anak yang lucu walaupun lebih sering menyebalkanya daripada lucunya. Walaupun di pelajaran sangat kurang tidak mengurangi kenakalan kanak-kanak nya, tapi dia tergolong anak yang mempunyai banyak teman walaupun usil. Sedangkan Nanda anak yang diam, tanpa ekspresi, dan tidak antusias, di ajak maen males, di ajak belajar apa lagi. huft!.. Mereka menamakan tiga serangkai dengan satu teman lagi yaitu Dhimas, Dhimas anak yang baik, orang asli indonesia bukan keturunan jadi kulitnya paling hitam di kelas kita, dia satu-satunya anak muslim cowok di kelas 5C. Anaknya cuek dan jika bertiga berkunpul itu adalah hal yang paling menyebalkan karena mereka makin susah di atur. Moment terindah adalah saat melihat mereka bermain bola dengan gembira itu menambah energi yang terkuras untuk memarahi mereka. Sebentar lagi Dhimas akan pindah dari sekolah pasti teman-temanya dan akupun takkan melupakan jargon Dhimas yang sering bilang "Alah... cepil Laoshi.." ketika di beri soal, tugas ataupun setelah mengerjakan kuis atau ulangan, walaupun nilainya juga tidak terlalu tinggi. Satu lagi Dhimas tu lagi naksir Andrea.. anak baru yang tahun ini baru bergabung di PAHOA. hmhmhmhm
Tiga serangkai yang kedua...Ku sih suka panggil mereka trio kwek-kwek, anak yang paling rajin merawat tanaman Ivy, Eva, dan Celva. mereka bertiga selalu bertiga kemanapun dimanapun, sempat semester dua Celva agak menjauh aku tak begitu tahu kenapa, cuma bertahan satu minggu, minggu berikutnya mereka dah balikan lagi. Sama seperti anak-anak lain mereka bertiga adalah anak yang pendiam sat sendiri-sendiri tapi tidak jika bersama, ada saja ulahnya yang paling suka jahil adalah Eva. pernah saat semester dua awal mereka ngerjain anak kelas 4, bener-bener bikin geram waktu itu, tapi semua bisa selesai dengan baik dan mereka berjanji takkan mengulanginya dan terbukti sampai semester dua ini berakhir tidak ada laporan lagi mereka nakalin anak kelas 4. Syukurlah mereka masih bisa memegang janji mereka. Dan saat terakhir aku harus menyampaikan pesan mereka "Buat ivy, celva, dan Eva belajar lagi untuk menjadi sahabat yang baik" mereka hanya senyum-senyum dan berkata "Iya laoshi..". pernah mereka mau buat vidio harlem shake di kelas, ku dah sempet video in, pi mreka masih pakek seragam lengkap jadi tidak bisa di upload dan itu membuat aku tidak bisa menahan tawa.
Di tempat makanan ku melihat ada beberapa anak yang pendiam Annabelle, Laura, Stalya, Katerina, Vasthy, seharusnya satu lagi Michelle namun hari ini dia tidak masuk. Dan yang paling pendiam adalah Brigita dia tidak suka bergaul dengan teman-temanya dia lebih suka bergaul dengan Laoshi nya pa lagi dengan Yoel Laoshi guru agama, Reza Laoshi guru Bahasa, Agus Laoshi guru olahraga, bahkan Hanggoro Laoshi wali kelas 4H yang tidak mengajar kelas ku.


 Anak-anak memang unik dan menarik, satu dengan yang lainya tidak bisa dibandingkan karena memiliki keunikanya sendiri-sendiri. Seperti Martin, Ronald, Rama yang tidak mengalami kendala apapun dalam bidang akademik. Bahkan selalu terpilih mengikutu berbagai lomba antara lain math kalbe, math gasing, walaupun belum menang juga, tapi mewakili sekolah dari 100 anak kelas 5 merupakan kebanggaan tersendiri buat mereka.
Jam sudah menunjukkan 08.45 WIB, 15 menit lagi mereka harus mengakhiri Party nya, tapi 4 serangkai belum juga terlihat di dalam kelas. Akupun penasaran dan keluar kelas mencari mereka, tapi dengan sigap Cello, Celva, Ivy dan Ivana mencegah dengan berbagai cara. Cello adalah anak yang ganteng, usil, dan selalu bikin ulah tapi bagaimanapun tetap kenakalan anak-anak yang masih bisa di tolerir. Dia selalu bersama dengan Nelson anak kecil yang selalu sibuk sendiri, ga bisa duduk dan susah sekali dibilangin. Aku selalu memberikan apresiasi kepada anak-anak istimewa itu walaupun melakukan kebaikan sangat kecil. Pernah suatu ketika Cello protes karena aku lebih memperhatikan Nelson daripada dia.
"Dia laoshi ma apa-apa Nelson, anak kecil itu di belain melulu, Nelson anak kesayangan Laoshi ya?" katanya manyun. Aku tersenyum kemudian aku ajak dia bicara "Anak Ganteng" panggilan kesayanganku untuk anak-anak cowok di kelas, "Kamu benar.. laoshi lebih memberikan perhatian kepada Nelson, itu bukan tidak ada alasanya, seharusnya kamu bangga karena Laoshi memberikan kepercayaan yang lebih ke kamu, lihat nilai kamu semua bagus, tidak ada yang perlu Laoshi kuatirkan. Coba sekarang liat Nelson, Bahasa merah, PKn merah, IPS dan IPA nilainya pas. Semua Laoshi sayang, kamu dengan keusilanmu, Richie dengan keisenganya, Stefany dengan kinetetisnya, Janice dengan suka mukulnya, Dhimas dengan susah dibilanginya. Semuanya Laoshi sayank tapi dengan cara yang berbeda karena kebutuhan kalian berbeda. Begitu.. Cello mengerti" kataku mengusap rambutnya, karna mang ku paling suka mengusap kepala anak-anaku.
"Iya Laoshi" jawabnya. "Ya udah sekarang maen lagi gi.."kataku kemudian. Aku tersenyum membayangkan peristiwa itu.
15 menit telah berlalu, kini saatnya anak-anak harus pulang. Tiba-tiba 4 sekawan menghampiriku dan memberikan Album kenangan. "Laoshi ini buat Laoshi" kata Wynne. "Thank you" kataku tak bisa berkata banyak. Aku peluk Wynne, aku tak bisa berkata apa-apa, hanya tersenyum dan bangga punya anak seperti mereka, anak yang sangat kreatif. "Laoshi..itu dari uang kita sendiri lo..." kata Wynne menambahi. "Laoshi..semalem Janice ngerjainya pek jam 10 malam" kata Cello antusias. Aku langsung memeluk Janice, walupun di balas dengan senyum sinis nya "Apaan sih Laoshi" protesnya tapi aku ga peduli, kemudian Andrea yang telah membawa kamera saat Karyawisata, dan satu lagi Stephany aku mau peluk dia tapi dia lari ke belakang dan akhirnya sampai ke pojok kelas. Aku buka-buka album foto itu, mereka sungguh sangat kreatif. Dan jeng-jeng Stephany menumpahkan air ke bajuku dengan sengaja. Dan akupun tak mau kalah aku kejar Stephany untuk dibasahi, dan terjadilah siram-menyiram air..  seperti tulisanku yang sebelumnya, saat ku memutuskan menjadi sahabatnya, pasti ada resiko yang harus diambil. Hari itu aku basah kuyup, dan untuk pulangin merekapun aku harus memakai jaket, karena bisa gawat apabila ketahuan oleh guru lain. Tapi itulah kebahagiaan, sederhana...
 Apapun itu aku sangat sayang pada mereka. Dan jadilah hari itu hari yang tak pernah lupakan dalam hidupku. Anak-anak kelas 5C anak pertama yang aku ajar di kelas. Anak -anak istimewa yang mengajariku banyak keindahan, kesederhanaan kebahagiaan, dan pastinya anak-anak yang kelak akan menjadi tumpuan bangsa ini.

PS : Terimaksih buat anak-anak istimewa di 5C, kalian adalah sumber kekuatan Laoshi tuk selalu semangat berangkat bekerja. Semoga nanti di kelas 6 walaupun terpisah-pisah kalian tak melupakan persahabatan kalian di kelas 5C yang indah. Love u so much my awesome young.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar