"Yang besok antar ke dokter ya.." katanya di hari Jumat sore itu, saat Dhee dan suami tengah santai duduk di depan rumah sambil menikmati indahnya langit jingga sore itu.
"Iya sayang" jawabnya pendek, akhirnya kata itu terucap sudah dari suami tercinta, beberapa kali Samu menolak mengantar Dhee ke dokter dengan berbagai alasan, Dhee ga memaksanya tapi menunggunya dan selalu mengingatkanya.
"Terimakasih" ucap Dhee tersenyum sambil mengecup pipi Samu, Samu hanya mengacak rambut Dhee gemas.---
Sabtu pagi itu Dhee ke dokter untuk cek kandungan, dan hasilnya bagus, tidak terdapat Miom, Kista atau penyakit apapun di kandungan nya, begitu jga dengan keadaan telurnya ada beberapa yang berkembang, masih kecil-kecil sih karena Dhee baru saja mensturasi. Dhee lega banget dengan hasil pemeriksaanya.
"Ibu tidak ada masalah, maka Ibu harus tes HSG, nanti bapak juga harus tes Sperma, harus dua-duanya tes supaya diketahui penyebabnya" kata sang dokter. "Begitu ya pak.. ni Dokter kasih jadwal buat ibu tes HSG, tes HSG harus di lakukan 12 hari setelah hari pertama haid, waktu ovulasi, kalau kondisi kandungan Ibu baik maka ini kemungkinan karena dua hal yaitu saluran tuba valupi Ibu tersumbat atau sperma bapak yang kurang bagus. Jadi nanti ibu dan bapak kembali lagi ke sini ya.. di hari yang dokter telah tentukan" terang sang dokter lebih lanjut
"Iya dok.." jawab pasangan muda itu serempak.Saat perjalanan pulang mereka berdua tak banyak berbicara,sebenarnya banyak mungkin yang akan mereka bicarakan tapi diam lebih baik untuk saat itu, menerawang dalam fikiranya masing-masing.
---
Sampai di rumah Dhee langsung mengambil laptopnya dan searching apa itu HSG, bagaimana prosesnya dan apakah sakit atau tidak. Ada yang bilang sakit ada yang bilang biasa aja, dhee senakin cemas. Rupanya Samu melihat kecemasan tersebut dari perubahan raut muka Dhee. dia mendekatinya dan berkata "Yang.. nanti tes HSG nya, ku temenin ya.." katanya, Dhee seperti tak percaya dengan kalimat yang di dengarnya, karena dia harus tes HSG pada hari Kamis, dan samu biasanya tidak akan bisa menemaninya saat hari aktif kerja seperti itu. Dhee tersenyum dan memeluk samu. "Terimakasih ya sayank.." dan malam itu hati Dhee langsung tenteram seketika dipelukan Samu.
---
Hari yang dinantikan itupun tiba, Dhee harus menjalani tes HSG, untuk melihat apakah ada penyumbatan pada saluran tuba valopinya yang menghambat perjalanan sang sperma tuk membuahi sel telur. Di sepanjang perjalanan di koridor Rumah sakit Dhee tak banyak bicara begitu jga samu, Samu hanya menggenggam tangan Dhee dengan erat.
Setelah antri sekitar setengah jam, Dhee masuk ke ruang Radiologi.
"Sudah siap?" tanya sang dokter di ruang perawatan.
"Ga sakit kan dok?" tanya Dhee kuatir.
"Enggak..."jawab sang dokter. "Dokter bersihin dulu ya? suka keputihan ga?" sambungnya
"Sedikit, kalau kecapean" jawab Dhee singkat, dan dengan terampil dokter mulai tes HSG nya. sekitar 5 menit Dhee tidak rasakan apa-apa selain nyeri sesaat waktu sebuah alat dimasukkan ke dalam saluran rahimnya. tapi setelah itu "Mules dok kayak pengen PUB" kata Dhee. "Iya bentar lagi juga ilang, tahan dulu ya, sebentar lagi" kata sang dokter. " Ni kita ambil rontgen terakhir" kata dokter. Benar saja tidak begitu lama berselang, dokter sudah selesai dan para perawat membereskan apa yang harus dibereskan, Dhee lega, "ternyata memang tidak sakit". batinya sambil tersenyum sendiri.Sebelum dia keluar, tidak lupa menanyakan kapan hasil tesnya bisa keluar, dan ternyata hari itu jga bisa diambil, satu jam setelah tes, maka Dhee ke resepsionis untuk daftar periksa ke dokter Inneke Spog sekalian konsultasi hasil tes. Dan pembacaan hasil tesnya menunjukkan bahwa tidak ada hambatan di saluran tuba valopi tetapi ada sedikit pelebaran, tapi kata dokter seharusnya ini tidak menjadi masalah. kemudian dokter menyarankan kembali untuk tes sperma untuk Samu, kemudian memberikan jadwal berhubungan kami pada minggu ini, karena minggu ini Dhee dalam masa subur.
---
Di hari yang telah ditentukan dan setelah puasa, Samu melakukan tes Sprema, setelah dua hari baru keluar hasilnya, dan kembali samu dan Dhee pergi ke dokter Inneke untuk berkonsultasi, dan ternyata hasil nya kurang bagus dari hasil tes menunjukkan jumlah sperma oligozoospermia artinya jumlah sperma kurang dari 40 juta per ejakulasi, kemudian pergerakan sperma astenozoospermia artinya spermanya hanya gerak ditempat atau diam, dan morfologi spermanya teratozoospermia artinya sperma yang bentuknya bagus kurang dari 30%. Dhee terdiam tapi masih tetap tersenyum untuk Samu. "Tidak apa-apa, jangan berkecil hati ya pak.. masih banyak usaha yang dilakukan, saya tidak memberikan obat penyubur untuk Ibu, tapi kita perbaikin dulu spermanya, untuk itu bapak harus periksa ke dokter andrologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebabnya" kata dokter Inneke sambil menuliskan surat rujukan buat kami.
---
Sampai di rumah Dhee langsung membuka laptopnya searching semua yang pengen dia ketahui mulai dari penyebab sperma yang kurang bagus, cara mengatasinya, dan apa yang harus dia lakukan. dia masuk ke forum Ibu hamil.com. di sana dia tidak merasa sendiri, banyak yang sama dengan Dhee, jadi Dhee tidak perlu berkecil hati. Dhee cari juga kemungkinan terburuknya, cari tahu tentang inseminasi dan bayi tabung. Dari semua artikel yang Dhee baca gangguan sperma terjadi karena rokok, minuman keras, terlalu sering berendam di air panas atau sauna, obat-obatan terlarang seperti narkoba, kafein, dan faktor kelelahan. Dan anehnya semua faktor tersebut sama sekali tidak ada di Samu, Samu pola hidup yang sangat sehat, dia ga merokok, ga pernah minum alkohol, apa lagi pakai ganja, minum kopi pun dia tidak pernah. Cuman faktor kelelahan mungkin ada, karena Samu berangkat pagi sekali saat kerja dan baru pulang malam. "tapi bukankah banyak orang yang hidupnya tidak sehat mampu memiliki keturunan?" tanya Dhee dalam hati. "ya mungkin inilah cara allah menguji kesabaranku dan suami" kembali hati Dhee berbisik. Teringat sebuah tulisan yang di kutip dari sebuah novel.
"Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, kita selalu memperoleh apa yang kita mau dengan mudah, trus kapan kita mau belajar bersabar, kapan kita belajar berikhtiar, dan kapan kita belajar ikhlas""Ikhlas.. itulah kunci kebahagiaan, kebahagiaan tidak untuk dicari tapi untuk menikmati hal yang kita punya sekarang, sekarang aku punya Samu yang selalu menemaniku dalam duka yang selalu menghapus air mataku, yang selalu mengusir rasa galau dari hatiku, lalu nikmat Allah yang mana yang aku pungkiri?" Dhee menghela nafas dalam menatap Samu yang tertidur pulas di sebelahnya saat menemaninya browsing. Dhee menutup laptopnya dan mencium kening Samu. "Terimaksih ya sayank.." ucapnya dengan senyum. samu hanya menggeliat dan bergumam "I Love U". Dhee merebahkan diri di samping Samu sampai tertidur pulas.
---
Dhee tak mengungkit lagi masalah ke dokter Andrologi, dia diam dan menunggu sampai Samu siap, dan dia mensuport Samu dengan membuatkan jus tomat dan apel yang banyak mengandung vitamin C dan baik untuk kesuburan. Dan selalu mengingatkannya untuk minum jinten hitam untuk menambah stamina. Tak pernah terhenti harapnya disetiap sujudnya, dan selalu berfikir positif bahwa Allah menyayangi mereka. Semuanya baik-baik saja. Dan akan selalu baik-baik saja saat mereka bersama.
PS : ingat kata misua "kesabaran itu akan berbuah manis sayang..." ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar