Rabu, 13 Juli 2011

Luangkan Waktumu

Sabtu sore di rumah kecil, rumah yang sederhana, cukup buat pasangan baru, di depan rumah terhampar rumput hijau dan sebuah pohon jeruk, menambah keasrian rumah kecil itu. Dhee dan Samu sedang duduk bersama di teras rumah menikmati suasana sore yang indah. Terlihat anak-anak kecil berlarian mengejar bola, tawa canda mereka terdengar sampai rumah kecil yang damai itu.
Dhee duduk didekat Samu, suaminya, "Sayank dhee mau cerita" kata dhee membuka pembicaraan.
"Cerita apa?" sambut Samu sekenanya.
"Sayank masih ingat Sofi ga?" Tanya dhee.
"Teman dhee ditempat kerja dulu kan!" tanggap Samu cepat, ternyata Samu menyimpan semua cerita Dhee dengan baik. "Dulu kan dhee pernah cerita, orang tuanya cerai, dan menikah dengan mantan pacarnya" kata Samu mengulang cerita Dhee setahun yang lalu. “Trus gimana tu akhirnya, bahagia ga?” Tanya Samu sekenanya.
Dhee hanya mengangkat bahunya. “Sebegitu berpengaruhnya ya, mantan terhadap hubungan rumah tangga” kata Dhee datar, sambil matanya menerawang jauh.
“Jangan bilang kamu ingat dengan mantan mu?” kata Samu memasang muka galak, Dhee hanya melirik Samu sebentar kemudian kembali menerawang jauh. Samu semakin kesal di buatnya. Mereka terdiam sejenak.  
“Dhee tadi ngobrol ma teman SMA, si Agni, ingat kan!” Dhee menatap Samu, Samu hanya mengagguk, mengartikan dia masih ingat. “Dulu kan dia pacaran 5 tahun dengan Pras, trus akhirnya pisah dan menikah dengan Satya, Pras waktu itu harus menjalani masa dinas setahun sehingga ga bias menikahi Agni, sedangkan orang tua Agni mengharuskan Agni menikah tahun itu juga, tapi mereka masih saling mencintai, dan sekarang setelah mereka masing-masing mempunyai dua anak, mereka merajut kembali tali kasih mereka” Dhee menarik nafas, melirik Samu.
“Selingkuh?” Tanya Samu.
”Yups, padahal jika dilihat Agni tu beruntung banget dapat Satya, baik, pintar, kaya, ganteng lagi” kata Dhee mantab.
“Tapi kan kita cuma bisa ngeliat luarnya aja Dhee, ga bakal tahu dalamnya kayak gimana” kata Samu sambil membelai mesra rambut istrinya.
“Iya sih.. kata Agni dia ngerasa sangat tertekan dan putus asa menghadapi pernikahanya dengan Satya, dia selalu direndahkan karna waktu itu Agni ga kerja, sebenarnya Agni ga kerja juga wat ngurus anak-anak mereka, dan mereka sudah lebih dari cukup, buat apa harus memaksakan diri kerja, seharusnya masalah kayak gitu kan bias dibicarain” kata Dhee mulai terbawa emosinya.
“Dhee,.. setiap orang berumah tangga itu bakal ada satu titik kritis, apabila bias melewati titik itu, rumah tangga akan langgeng selamanya, pi kalau ga bisa lewatin masa itu, semua akan hancur” kata Samu sambil menggenggam tangan istrinya, “Ingat kan cerita Ibu?”
Dhee menatap Samu dan mengingat kembali cerita Ibu nya, dulu saat sudah punya dua anak Ibu ma Ayah sempat mau cerai karena perselisihan faham, untung waktu itu Ayah bisa mengendalikan emosinya. “Beberapa hari ni Dhee merasa semdiri Sam…” kata Dhee kemudian, Samu menyimak setiap kata yang terucap dari bibir istrinya, “Dhee mau Sam lebih banyak waktu buat Dhee, ga perlu kuantitas kok, pi kualitas” lanjut Dhee sambil menunduk dan memain-mainkan kaki nya. “Kita jarang ngobrol, hari ini pun karna aku paksa kamu plang lebih awal kan!”
Samu menghela nafas panjang, dia baru tahu apa yang diinginkan istrinya, dia sadar betul akhir-akhir ini dia sibuk sekali dengan pekerjaannya, dia baru ingat beberapa hari lalu Dhee cerita ada orang beberapa kali menghubunginya, pi karna waktu itu Samu sangat sibuk, dia tidak terlalu menanggapi cerita Dhee, “Sayank…. ku ga akan biarkan kamu sendiri lagi, Aku janji…” kata Samu sambil mendekap Dhee erat-erat, kata-katanya yang teduh terdengar sangat mendamaikan hati Dhee. Dhee tersenyum dan wajahnya memerah, karna merasa betapa sangat berartinya dia bagi Samu. Padahal sama sekali tidak terfikirkan oleh Dhee untuk menghianati cinta Samu yang sangat besar kepadanya. Sebenarnya Dhee juga sangat percaya pada Samu, tapi bagaimanapun juga Dhee wanita biasa yang pasti sangat membutuhkan perhatian lebih dari orang yang paling dicintainya di dunia ini.

P.S : Bagi para suami… jangan pernah biarkan istrimu mendapat perhatian dari orang lain bila tak mau kehilanganya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar