Siang itu aku menemani murid-murid main bola. Randy, Dustine, Cello, Nelson, Arya, dan tak ketinggalan si kembar Richie dan Richard. Mereka seharusnya masuk kelas pukul 12.30 namun aku tak tahu aku fikir pukul 12.35 jadi aku biarkan dulu mereka bermain-main. Karena melihat mereka bermain memburu si bundar dan menendangnya dengan antusias adalah hal yang sangat membahagiakan untukku. Mereka seperti mempunyai dunianya sendiri, mereka bermain sangat lepas, berteriak, mengumpat, menendang, berlari. Lihatlah banyak alasan kecil yang membuat kita bahagia. Aku sayang mereka, aku tak peduli jika suatu saat rasa itu hanya akan membuat ku sakit hati. Cukup melihat mereka bahagia dan tersenyum, melihat kenakalan mereka, melihat usaha mereka diterima dilingkunganya, aku mengamati mereka satu persatu dengan seksama dan sesekali tersenyum.
"Pasti orang tua mereka bangga mempunyai anak-anak yang menyenangkan seperti mereka, mereka masing-masing dengan karakternya adalah kebanggaan keluarganya, mereka yang akan meneruskan nama keluarganya" aku menarik nafas panajng sesekali mengingatkan waktu mereka bermain habis.
Pukul 12.35 mereka masuk kelas dan ternyata pelajaran sudah di mulai akhirnya mereka tidak boleh masuk. Aku menarik nafas panjang melihat mereka masih asyik bermain dan tidak merasa bersalah. Setelah dinasehatin baru mereka mengetahui kesalahan mereka dan berjanji takkan mengulanginya lagi.
NB : Semoga kalian nanti dewasa dan tumbuh menjadi anak yang membanggakan dan akan mengenang kenakalan kecil kalian sebagai sepenggal cerita yang menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar