Rasanya baru kemarin kenaikan kelas, ternyata sudah hampir 3 bulan berlalu. Aku memasuki kelas yang baru, bergabung dengan anak-anak baru harapan bangsa. Masih bersama anak-anak kelas 5 dulu, karena sekarang Aku mengajar di kelas 6. dengan formasi yang berberda, dengan anak-anak yang berbeda yang mempunyai keunikanya sendiri-sendiri.
Tiga bulan berlalu sudah nampak beberapa karakter anak-anak itu, periang, pendiam, pembikin onar, dan ga bisa diam, namun tetap dalam kepolosan dan keinginanya tuk bermain.
Aku menyayangi mereka sepenuh hati, ku berikan waktu dan perhatian untuk mereka,.. saat lelah menghampiri "Ah... mereka akan tahu betapa aku sangat menyayanginya" kataku lirih.
Anak-anak ini lebih aktif dari kelas 5C, lebih berenergi, lebih istimewa. O iya Cepy di kelas 6B, Cepy lebih baik sekarang, lebih bisa diatur, rambutnya dipotong pendek, tapi tetap cerdas dan awesome.
Randy, Dastine, Cello, Nelson, Richie, Arya banyak perhatian yang harus diberikan ke mereka baik secara akademik maupun tingkah laku. bagaimanapun tingkah mereka, mereka adalah anak-anakku setahun ini, bukan kebetulan kita bertemu tapi ku percaya Tuhan mempunyai alasan yang lebih baik. Semoga aku bisa menjadi warna bagi kehidupan mereka.
Saat ini anak-anak sedang belajar Math, di luar hujan sedang mengguyur kota Tangerang Selatan, aku minta anak-anak membuka jendela. Ah... indah sekali hujan itu mengguyur, ingin rasanya aku berlari menembus hujan itu, saat kupejamkan mata kurasakan dingin angin yang berhembus dan aku kembali ke masa kecilku. masa yang damai, masa tidak ada kemarahan hanya ada rasa cinta yang ditanamkan orangtuaku sejak kecil.
Sejak kecil aku jarang sekali dimarahin, makanya aku sama sekali tidak bisa marah,ku tak tau apa yang harus di katakan jika marah, tapi itu dulu saat aku menginjakkan kaki di kelas 5C. Selama satu tahun aku banyak belajar, pastinya sekarang ku tahu apa yang harus ku katakan jika marah, bagaimana ku bisa menahan air mataku tidak keluar saat aku marah..Ah.... Apa aku harus bangga bisa marah? ah...aku tak menyukai rasa ini.. aku tak menyukai amarah itu sedikit-sedikit masuk ke dalam sukma dan jiwaku. Aku ga suka menjadi guru yang mereka takuti, aku ingin menjadi sahabat mereka. Sahabat yang selalu mendengarkan ocehan mereka, sahabat yang selalu buat mereka mendapatkan yang terbaik... That's my Dream.. "Tuhan kabulkan doa ku" ucapku dalam hati
Setelah ulangan bulan ini, aku akan melihat perkembangan mereka dan aku akan ajak bicara mereka dan orang tuanya membicarakan masa depan mereka.
Dan sekaran pelajaran Math telah selesai, hujanpun telah reda, sekarang waktunya pelajaran English, mereka mau test.. (semoga mereka dapat nilai yang baik.. Amin ). Again... Guru mereka sedang memarahi mereka, setelah Guru mandarin mereka yang marah setelah lunch... Wow... That's make me very sad.... Aku sangat takut mereka akan menjadi manusia yang keras hatinya, yang menganggap membuat orang lain marah adalah hal yang biasa karena mereka melihatnya setiap hari...
Setiap malam ku selalu cerita pada Tuhanku untuk memberikanku kekuatan, kesabaran, dan cara untuk membuat mereka mengerti, untuk membuat mereka memikirkan orang lain, untuk membuat mereka mempunyai hati, hati yang baik, hati yang bersih. Semoga Tuhan mengabulkan doa-doa ku. Amin.
NB : Thanks ya Nembe, atas kesediaan kalian menjadi bagian hidup Laoshi...


Laoshi lebay amet sih... kalo mau disirem ujan ya udah lari aja sono ke lapangan. Wkwkwk... biar diliatin sama laoshi-laoshi lain
BalasHapusga ah... ntar kmu pengen ikut, trus nembe jga jadi ikutan smua... ntar laoshi di sp3 dah...
HapusEnak aj. Emg sp3 apaan laoshi?
HapusEnak donk.. kan maen ujan... kalo di tempat kerja itu ada Sp1, Sp2,dan Sp3.. nah Sp tu surat peringatan cuma dikeluarin kalo melakukan pelanggaran yang berat. kalo dah pek Sp3 ya siap2 out dari tempat kerja.. gtu...
BalasHapus